10 Klub Miliki Lisensi AFC, Berapa Jatah Indonesia di Kompetisi Asia?

COO PT. Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy
VIVA – Sepuluh klub Liga 1 2018 sudah resmi mendapatkan lisensi klub profesional AFC. Itu berarti, klub-klub tersebut berpeluang menjadi wakil Indonesia di kancah Asia musim depan.

10 klub tersebut adalah Persija Jakarta, Persib Bandung, Barito Putera, Borneo FC, Bhayangkara FC, Madura United, PSM Makassar, Persipura Jayapura, Arema FC, dan Bali United. Dari seluruhnya, hanya ada tiga tim yang berpeluang unjuk gigi di turnamen level Asia.

Seperti musim lalu, Indonesia maksimal mengirimkan tiga wakilnya ke kancah Asia. Namun, untuk musim depan terdapat sedikit perbedaan. Pada musim lalu, juara Liga 1 mendapat jatah ke Liga Champions Asia melalui jalur kualifikasi. Sementara, dua tim lainnya sudah dipastikan lolos ke fase grup Piala AFC.

Namun, jika tim yang berjuang di kualifikasi Liga Champions Asia gagal mencapai fase grup, maka dia otomatis langsung lolos ke fase grup Piala AFC. Dampaknya, klub Indonesia yang berlaga di Asia hanya ada dua. Dan keduanya berlaga di Piala AFC.

Tim yang gagal melaju di Liga Champions Asia memakan satu jatah klub lainnya di Piala AFC. Dalam kasus ini, musim lalu Indonesia diwakili Persija Jakarta dan Bali United.

Pada musim depan, juara Liga 1 tetap memulai perjuangannya melaju ke Liga Champions Asia dari babak kualifikasi. Jika gagal, sang wakil akan turun dan lolos ke fase grup Piala AFC.

Bedanya, hanya ada satu wakil Indonesia yang lolos langsung ke fase grup Piala AFC. Sementara satu tim lainnya harus berjuang melalui babak play off. Itu pun menunggu kepastian dari nasib tim yang berjuang di kualifikasi Liga Champions Asia.

Kondisi ini, dijelaskan oleh Head of Club Licensing PSSI, Tigorshalom Boboy, terjadi lantaran koefisien kompetisi Indonesia di AFC mengalami penurunan dua sampai tiga peringkat. Hal itu berpengaruh pada jumlah wakil yang bisa dikirimkan ke kancah Asia.

“Jatah wakil Indonesia di Asia untuk musim depan mengalami penurunan. Sebab, peringkat kita di AFC Ranking Competition turun. Peringkat ini didapat dari penilaian yang dilakukan tiap dua tahun sekali,” kata Tigor kepada wartawan.

“Detailnya kita dapat 1+1+1. Satu wakil di kualifikasi Liga Champions Asia, satu wakil di fase grup Piala AFC dan satu lagi di play off Piala AFC. Kalau gagal (lolos fase grup) di Liga Champions itu berarti kita hanya kirim dua wakil di Piala AFC,” ungkapnya.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *