Kolaborasi Unik Batik dan Motif Aborijin di Jakarta Fashion Week

jfw
Di panggung Jakarta Fashion Week 2019, sebuah kolaborasi unik ditampilkan dengan memadukan karya penduduk asli benua Australiadengan batik karya perancang Indonesia, Novita Yunus. Hasilnya sebuah koleksi fesyen yang terinspirasi dari unsur-unsur alam di Australia.

Darwin Aboriginal Arts Fair Foundation (DAAFF) adalah pusat seni Aborijin di Australia, yang mewakili 60 pusat seni penduduk asli benua Australia dan menaungi ratusan seniman berbakat.

Berawal dari tekstil yang bercorak budaya tradisional, para seniman Aborijin lantas mengubahnya menjadi karya busana.

External Link: Gabungan Batik dan Motif Aborijin. Video: ABC News, Nurina Savitri.

Lewat bahan berwarna cerah dan motif khas penduduk asli Australia, kisah budaya puluhan ribu tahun diceritakan dalam wujud pakaian modern.

“Apa yang spesial dari karya kami, kami memulainya dari tekstil. Kami tidak memulainya dari rancangan busana,” ujar Claire Summers, Direktur Eksekutif DAAF sebelum peragaan busana berlangsung hari Minggu (20/10)

“Tekstil di koleksi kami-lah yang sebenarnya bercerita tentang kisah sejarah dari 10.000-60.000 tahun lalu.”

Khusus untuk Jakarta Fashion Week mereka membawa hasil karya dari empat desainer dan tujuh pusat seni.

Busana karya seniman Aborijin dari berbagai wilayah Australia digabungkan dengan koleksi rancangan terbaru karya Novita Yunus.

Claire Summers (kiri) dan Novita Yunus (kanan) bersama Allaster Cox, Wakil Dubes Australia untuk Indonesia.
Claire Summers (kiri) dan Novita Yunus (kanan) bersama Allaster Cox, Wakil Dubes Australia untuk Indonesia.

ABC News, Nurina Savitri

 

Novita menggabungkan unsur tradisional Indonesia dengan unsur alam Australia, yang masih melekat dalam ingatannya saat ia pernah sekolah di Australia.

“Koleksi Batik Chic untuk Jakarta Fashion Week 2019 bernama BC Bush,” kata Novita yang pernah meraih beasiswa sekolah Australia Awards.

“Salah satu dari … kenangan waktu bersekolah di Australia itu adalah mereka punya banyak sekali bunga-bunga liar,” kata perancang peraih beasiswa studi Australia Awards ini.

Ia kemudian membuat motif yang menggabungkan bunga-bunga Australia dengan bunga-bunga dari Indonesia.

Kolaborasi tekstil Indonesia dan Aborijin Australia di Jakarta Fashion Week.
Kolaborasi tekstil Indonesia dan Aborijin Australia di Jakarta Fashion Week.

ABC News, Nurina Savitri

 

“Bunga-bunga itu diwujudkan dalam materi batik, yang saya angkat adalah batik Tuban,” ujar Novita.

Kolaborasi hasil karya seniman Aborijin dan desainer Indonesia di ajang Jakarta Fashion Week 2019 diharapkan dapat memperkuat kerjasama ekonomi kreatif dua negara.

“Untuk masa depan Australia dan Indonesia sebagai negara tetangga, kerjasama di bidang ekonomi khususnya ekonomi kreatif, ialah sesuatu yang penting sekali,” ujar Allaster Cox, Wakil Duta Besar Australia di Jakarta.

Tahun lalu, desainer pakaian pria asal Australia, Chris Ran Lin, turut memamerkan karyanya di Jakarta Fashion Week berkolaborasi dengan lulusan Australia lainnya, Jenahara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *