4 Upaya Cegah Penyakit dari Lalat dan Nyamuk di Palu

Warga korban gempa bumi Palu mandi dan mengambil air di salah satu rumah warga di Pertigaan Petobo Palu, Sulawesi Tengah
VIVA – Kementerian Kesehatan RI melakukan penyemprotan Insek di 3 wilayah, yaitu di Makorem, Bandara, dan Pengungsian Tongge, Kecamatan Pantoloan Boya, Kota Palu perbatasan Kabupaten Donggala.

Penyemprotan desinseksi dilakukan untuk mengusik insek seperti lalat dan nyamuk yang beredar di tiga tempat itu. Kondisi di Makorem misalnya, terdapat penumpukan sampah dan genangan air di halaman dapur yang menyebabkan banyak lalat berterbangan.

Kondisi itu disebabkan karena semua tempat di sana dijadikan untuk mencuci yang diperparah dengan saluran limbah domestik yang tersumbat dan meluber ke halaman sekitar dapur.

Dikutip dari siaran pers Kemenkes RI, empat kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dilakukan disinseksi dan fogging, pemasangan stik lalat, dan pemberian polibag sampah. Dilakukan juga advokasi ke pimpinan markas tentang kebersihan lingkungan agar kondisi di atas bisa segera ditangani.

Saat itu juga Komandan Korem memerintahkan stafnya untuk membuat tempat pencucian alat masak dan alat makan secara permanen agar tanah tidak menjadi becek, dan membuat saluran limbah yang tertutup. Akan disediakan pula tempat sampah yang tertutup.

Setelah itu, tim Kesehatan Lingkungan akan melakukan monitoring tindakan perbaikan kondisi lingkungan tersebut dalam 2 hari ke depan.

Di waktu yang sama, tim Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Palu dibantu tim relawan Korea Selatan melakukan fogging di lingkungan bandara. Kondisinya di sana populasi lalat sangat padat dikarenakan sampah tersebar di halaman belakang lokasi pemadam kebakaran bandara. Selain itu, dilakukan advokasi kepada petugas bandara untuk menghubungi Dinas Lingkungan Hidup agar masalah sampah di sana segera diatasi.

Selanjutnya, fogging dilakukan di Desa Tongge, Kota Palu. Selain sampah berserakan, masih ada perilaku sebagian masyarakat yang BAB sembarangan di parit karena belum ada jamban.

Tak hanya penyemprotan, pemicuan tentang pengelolaan sampah dan stop BAB sembarangan agar tidak menimbulkan kasus diare pun dilakukan. Upaya lain dalam waktu bersamaan adalah mengkomunikasikan ke koordinator klaster WASH untuk upaya penyediaan jamban sesegera mungkin dan penambahan tandon air.(tp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *