Dunia Tengah Krisis Kepemimpinan, Masalah-masalah Baru Bermunculan

Menlu Retno Marsudi di Jakarta Geopolitical Forum
VIVA – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan, dunia saat ini tengah mengalami krisis kepemimpinan. Sebagai akibatnya, timbul berbagai permasalahan seperti meningkatnya imigran dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, sikap berbagai negara yang mulai mengadopsi sistem “my country first”.

Menghadapi situasi tersebut, Indonesia memiliki kewajiban untuk tetap berkontribusi dan mempertahankan perdamaian di kawasan. Retno menegaskan, Indonesia siap untuk menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari permasalahan itu.

“Indonesia harus berkontribusi untuk mengubah keadaan geopolitik yang penuh persaingan menjadi geopolitik yang berkolaborasi. Mengubah sistem ekonomi yang bersifat protektif, dengan ekonomi yang saling menguntungkan,” kata Retno dalam acara Jakarta Geopolitical Forum, Rabu, 24 Oktober 2018.

Terhitung mulai Januari 2019, Indonesia akan duduk di kursi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pada kesempatan tersebut, Indonesia berkomitmen untuk mempertahankan habit of dialogue di antara anggota termasuk memperkuat kolaborasi antara PBB dan organisasi regional lainnya.

“Indonesia juga terus mempromosikan kerja sama Indo-Pasifik yang terbuka, transparan, dan inklusif. Kerja sama tersebut menjanjikan kolaborasi geopolitik yang saling menguntungkan dengan membawa kepentingan pribadi menjadi kepentingan bersama,” ujar Retno.

Dari konsep Indo-Pasifik tersebut, Indonesia juga mendorong terbentuknya pusat pertumbuhan baru di kawasan dengan sentralitas ASEAN juga dilibatkan dalam diskusi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *