Jubir Timses Jokowi: Elektabilitas 52,6 Jadi Pelecut

PENGUMUMAN FORMASI TIM PEMENANGAN JOKOWI-MARUF AMIN
VIVA – Elektabilitas Joko Widodo sebagai calon presiden melorot. Dibandingkan dengan survei sebelumnya, elektabilitas Jokowi dalam survei litbang Kompas mengalami penurunan.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menanggapi hasil survei litbang Kompas terkait. Hasil survei tersebut dijadikan pelecut bagi koalisinya, karena elektabilitas Jokowi diharapkan tembus 70 persen.

“Survei Kompas nyatakan hasil demikian, walau hasilnya sebetulnya belum mencapai target yang kami inginkan, yaitu 70 persen. Tetapi, ini jadi pelecut bagi semua,” kata Ace di gedung DPR, Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.

Dalam survei ini, tercatat masih banyak angka pemilih yang mengambang atau swing voters. Ace memastikan, akan mengejar target tersebut untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi.

“Misalnya, masing-masing daerah menargetkan sesuai dengan karakter masing-masing daerah, sehingga kita harapkan hampir semua daerah di atas 60 persen. Jokowi akan semakin tinggi hasil surveinya,” kata Ace.

Ia mengakui, memang koalisi lemah pada segmentasi kalangan pelajar, khususnya pendidikan perguruan tinggi. Sebab, program Jokowi selama ini diklaim mengena hanya pada level bawah.

“Kami akan coba terus meyakinkan, terutama dari kalangan terpelajar untuk mengatakan apa yang dilakukan pemerintah Jokowi sesuai yang mereka harapkan,” kata Ace.

Sebelumnya, survei litbang Kompas menunjukkan pasangan calon Jokowi-Ma'ruf unggul 52,6 persen dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 32,7 persen. Adapun angka yang merahasiakan pilihannya sebanyak 14,7 persen. Sementara itu, margin of error (MoE) sebesar 2,8 persen.

Hasil survei ini menurun dibandingkan survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada 7 Oktober 2018. Dalam survei SMRC, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin 60,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 29,8 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *