Usai 5 Jam Diperiksa Polisi, Rizal Ramli Angkat Topi buat Penyidik

Rizal Ramli didampingi Otto Hasibuan saat datangi Polda Metro Jaya.
VIVA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, diperiksa oleh penyidik hampir lima jam, sejak pukul 11.00 WIB hingga  pukul 16.00 WIB. Pemeriksaan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh.

“Tadi kami ditanya penyidik Polda Metro Jaya selama lima jam. Sangat profesional. Kami angkat topi kepada penyidik yang profesional, dengan pertanyaan yang bagus-bagus,” kata Rizal di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 24 Oktober 2018.

Namun, dia tak merinci apa saja pertanyaan yang diajukan penyidik. Dia pun tak membeberkan ada berapa pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepadanya.

Pengacara Rizal, Effendi Sinaga menambahkan, dalam kesempatan itu dia telah mempertanyakan mengapa laporan terhadap kliennya itu tiba-tiba sudah naik ke penyidikan. Dia keberatan dengan hal itu. Atas hal itu, dia pun telah menyiapkan langkah hukum.

“Kami sudah tanya, kami juga sangat menyayangkan tiba-tiba ini naik ke penyidikan tanpa pernah Pak Rizal diperiksa di tingkat penyelidikan. Intinya kami keberatan,” ujar Effendi.

Rizal menyebutkan, langsung naiknya laporan itu ke penyidikan bertentangan dengan KUHAP dan Peraturan Kapolri. “Karena itu bertentangan dengan KUHAP dan Perkapolri. Harusnya kan
lidik dulu baru sidik,” katanya.

Rizal Ramli dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah dan atau Tindak Pidana Bidang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh. Dia dilaporkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional
Demokrat (DPP Partai Nasdem).

Pelaporan itu menyusul pernyataan Rizal dalam program 'Sapa Indonesia Malam' di Kompas TV tanggal 4 September 2018 dan program 'Indonesia Business Forum' di tvOne, 6 September
2018. Saat itu Rizal diduga melakukan pencemaran nama baik dan fitnah kepada Surya Paloh.

Laporan bernormor TBL/4963/IX/2018/PMJ/Dit Reskrimum tanggal: 17 September 2018. Dia diancam dengan Pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI No.11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (ase)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *