Sebulan Kampanye, Bawaslu Temukan 309 Pelanggaran

Ilustrasi pemilu.
VIVA – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengungkapkan, Bawaslu telah menemukan 309 pelanggaran pemilu selama sebulan masa kampanye. 

Dari total jumlah tersebut, sejumlah 110 pelanggaran merupakan laporan dari masyarakat dan 199 pelanggaran merupakan temuan Bawaslu. “Yang paling banyak itu pelanggaran administrasi. Ada 128,” kata Ratna di gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Ratna mengungkapkan, dari 309 pelanggaran kampanye paling banyak dilakukan oleh peserta Pemilu. Sisanya dilakukan oleh tim kampanye. “Peserta itu tidak dipilah lagi, baik Caleg maupun tim kampanye,” ujarnya.

Ratna menyesalkan tingginya jumlah temuan pelanggaran kampanye Pemilu yang baru berjalan satu bulan. Padahal, masa kampanye ini masih panjang hingga masa tenang sebelum pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.  “Ini masih ada enam bulan lagi ke depan. Kami harapkan malah nanti berkurang, bukan malah bertambah,” katanya.

Dari 309 pelanggaran masa kampanye, 53 kasus sudah dinyatakan bukan pelanggaran oleh Bawaslu. Sementara 39 kasus masih dalam proses. 

Sedangkan berdasarkan jenis, 26 kasus kategori pelanggaran etik, 35 pelanggaran hukum dan lainnya. Selain itu, 14 kasus keterlibatan Aparat Sipil Negara (ASN), 13 kasus pidana dan 128 pelanggaran administrasi.

Berdasarkan subjek pelanggaran pada masa kampanye, 15 kasus keterlibatan Aparat Sipil Negra (ASN), 23 kasus keterlibatan pejabat negara, 54 kasus keterlibatan tim kampanye, 30 kasus keterlibatan penyelenggara pemilu (KPU) dan 134 kasus peserta pemilu, seperti para caleg dan calon senator DPD. 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *