Perjuangan Menpora Agar Pencak Silat Berlaga di Olimpiade

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi
VIVA – Setelah pertama kali dipertandingkan di Asian Games 2018, kini pencak silat sedang berusaha ditampilkan di Olimpiade. Dan hal itu sedang diperjuangkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Demi memuluskan rencana tersebut, Imam mengambil langkah menghadiri pertemuan federasi pencak silat dunia di Den Haag, Belanda, Rabu 24 Oktober. Dalam pertemuan tersebut, ia mewakili pemerintah mendorong 49 negara yang ikut dalam federasi pencak silat mendukung langkah tersebut.

“Pemerintah Indonesia dengan bangga mengenalkan pencak silat kepada dunia. Pencak silat terdiri dari empat aspek yakni olahraga, bela diri, seni budaya, dan mentap spiritual. Keempat aspek itulah yang membuat pencak silat memukau dan bisa diterima masyarakat internasional,” kata Menpora lewat rilis yang diterima VIVA.

Penambahan keanggotaan federasi yang saat ini berjumlah 49 negara menjadi syarat mutlak agar pencak silat bisa dipertandingkan di Olimpiade. Sebab, IOC (Komite Olimpiade Internasional) mewajibkan setidaknya terdapat 70-75 negara anggota agar pencak silat bisa dipertandingkan di Olimpiade.

“Untuk masuk Olimpiade, pemerintah tidak akan berhenti mendorong pencak silat ke pentas dunia. Kemenpora bersama Kemenlu nanti akan terus bekerja bersama-sama mengembangkan ke negara-negara lainnya,” sambung Menpora yang didampingi Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja dan Ketua Pencak Silat Belanda, Olivier Blancquaert.

Saat ini, 49 anggota federasi pencak silat dunia paling banyak berasal dari Asia dan Eropa. Di mana Asia memiliki jumlah 18 negara dan Eropa 15 negara.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *