Diprediksi Tenggelam 2019, Wilayah Rawan Banjir Semarang Berkurang

Walikota Semarang Hendrar Prihadi
VIVA – Seorang guru besar Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Dr. Ir. Suripin M.Eng pada tahun 2006 pernah menyatakan bahwa Kota Semarang memiliki tantangan besar dalam menangani permasalahan rob dan banjir. Pasalnya dengan terjadinya penurunan muka tanah yang cukup signifikan di beberapa wilayah, Kota Semarang terus menjadi langganan banjir dan rob. Bahkan ditegaskan juga jika penanganan banjir tidak dilakukan secara sistematis, maka diperkirakan pada tahun 2019 Semarang bagian bawah akan tenggelam.

Prediksi tersebut kemudian menjadi pertanyaan besar yang dirasa harus dijawab oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi pada periode kepemimpinannya. Apalagi dengan ditetapkannya Kota Semarang sebagai Kota Tangguh Dunia pada tahun 2016 oleh Rockefeller Foundation, membebaskan Semarang dari persoalan rob dan banjir menjadi sebuah target yang wajib untuk dicapai untuk mempertahankan predikat sebagai kota tangguh.

Dalam kegiatan International Conference on Indonesian Social & Political Enquiries (ICISPE) 2018 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro di Hotel Grand Candi baru-baru ini.

Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang memaparkan sebuah data yang menunjukkan penanganan rob dan banjir di Kota Semarang sudah berjalan. Disebutkan dalam paparannya bahwa wilayah rawan banjir di Kota Semarang telah berkurang dari yang semula pada tahun 2011 sebesar 41,02% dari wilayah Kota Semarang, berkurang menjadi sebesar 21,4% pada tahun 2017,

“Sejak tahun 2013 kami berusaha keras untuk menangani permasalahan banjir di wilayah Kota Semarang bagian tengah, salah satu buktinya adalah kawasan Kota Lama Semarang yang kini sudah tidak lagi menjadi langganan rob dan banjir,” jelas Walikota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

“Hari ini setelah wilayah tengah tertangani, fokus kami bergeser ke Semarang bagian timur, mulai merevitalisasi lima sungai yang ada di sana, juga  termasuk revitalisasi Banjir Kanal Timur, dan pembangunan tanggul laut yang akan segera berjalan,” pungkasnya.

Dirinya melanjutkan, jika wilayah Semarang bagian timur sudah selesai ditangani, maka fokus Pemerintah Kota Semarang akan bergeser lagi untuk menangani permasalahan yang sama di daerah Mangkang, Kota Semarang.

“Sehingga melihat sejumlah progres yang berjalan, saya rasa tahun depan kita tidak perlu bersiap-siap membeli pelampung karena khawatir Semarang akan tenggelam. Hari ini kami optimis jika wilayah rawan banjir di Kota Semarang dapat kita tuntaskan menjadi 0% sebelum periode saya ini selesai di 2021,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *