Perkuat Rupiah, SKK Migas Minta Pelaku Usaha Gejot Produksi

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.
VIVA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mendorong PT Pertamina, terus berupaya menemukan cadangan baru untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Sebab, dampak akhirnya akan semakin besar memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang saat ini masih tertekan. 

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengatakan, saat ini, dolar AS sudah berada di level Rp15 ribu. Salah satu faktor yang menyebabkan kondisi itu adalah konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang meningkat. Sedangkan produksi migas nasional cenderung menurun, akhirnya impor pun tetap dilakukan. 

“Produksi minyak dan gas cenderung menurun, sehingga kita harus impor BBM atau elpiji dalam jumlah besar,” kata Amien di Balikpapan, Kamis 25 Oktober 2018. 

Dia menekankan, tantangan bagi pelaku usaha di hulu migas adalah bagaimana produksi migas lebih besar dari kebutuhan dalam negeri. Produksi nasional itu hanya bisa ditingkatkan dengan penemuan cadangan baru migas dengan ukuran besar. 

“Cadangan baru hanya akan ditemukan, kalau kita mau melakukan eksplorasi. Artinya, kontribusi untuk negara tidak ada artinya,” ujar Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu. 

Amien mengatakan, dengan resmi beralihnya Blok East Kalimantan dan Attaka ke Pertamina hari ini, diharapkan ada temuan cadangan baru dari hasil eksplorasi yang dilakukan. Meskipun wilayah kerja tersebut sudah berusia setengah abad. 

“Kemudian, cadangan tersebut diatur dan dikuasai oleh negara, bisa diproduksikan dan digunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *