Sofyan Basir Bantah Terima Fee Proyek PLTU Riau-1

Direktur Utama PT. PLN Sofyan Basir datangi KPK.
VIVA – Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir membantah menerima uang atau fasilitas apapun terkait proyek PLTU Riau-1.

Sofyan juga membantah pernah membicarakan ihwal fee dengan pengusaha, maupun anggota DPR terkait proyek investasi senilai US$900 juta itu.

“Enggak ada. Sepengetahuan saya, tidak ada pembahasan fee,” kata Sofyan, saat bersaksi untuk terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018.

Sofyan mengakui, beberapa kali bertemu Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan terdakwa Johannes Kotjo. Namun, menurutnya, dalam setiap pertemuan itu tidak pernah dibahas soal pembagian fee.

“Sungguh tidak pernah. Menurut kami, Kotjo sama Eni mengetahui saya. Saya selalu bicara utamakan PLN. Kalau ada soal itu pasti saya tolak,” kata Sofyan.

Dalam kasus ini, Bos Blackgold Natural Resource, Johannes B. Kotjo didakwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih sebesar Rp4,7 miliar.

Menurut Jaksa, uang yang diberikan Johanes kepada Eni agar perusahaannya mendapatkan Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1. Proyek tersebut, merupakan kerja sama antara PT PJBI, Blackgold Natural Resources Limited, dan China Huadian Engineering Company.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *