Cerita Mantan Karyawan Chevron ‘Berhasil’ Masuk Pertamina

Serah terima pengelolaan blok East Kalimantan dan Attaka.
VIVA – Raut wajah bahagia terpancar dari ratusan mantan pegawai Chevron Indonesia Company, usai serah terima alih kelola blok East Kalimantan-Attaka. Wilayah kerja migas tersebut sudah setengah abad dikelola oleh Chevron dan saat ini dikelola Pertamina hingga 20 tahun ke depan.

Ada sebanyak 727 karyawan Chevron yang resmi ganti seragam ke Pertamina, hari ini, Kamis 25 Oktober 2018. Tak ada raut wajah sedih, justru mereka senang mengubah statusnya menjadi karyawan Pertamina. 

Menurut pengakuan seorang mantan karyawan Chevron, Juni Marsyal (41), dia sejak dulu memang bercita-cita menjadi karyawan Pertamina. Warga asli Kalimantan Timur ini mengungkapkan kebahagiaannya, karena akhirnya berhasil masuk ke Pertamina yang diidam-idamkannya sejak dulu. 

“Karena saya asli sini, dahulu kan memang tahun 80-an itu Pertamina sedang bagus-bagusnya. Memang, dulu cita-cita ingin jadi karyawan Pertamina, akhirnya kesampaian juga,” kata Juni kepada VIVA di Balikpapan, Kamis 25 Oktober 2018. 

Pria yang mengaku sudah 15 tahun bekerja di perusahaan asal Paman Sam itu mengatakan, sudah menempati berbagai posisi, mulai dari maintenance, distribusi, Supply Chain Management (SCM), dan posisi terakhirnya di bagian perkapalan atau Marine. 

Harapan utama Juni, dengan masuknya Pertamina sebagai pengelola Blok East Kalimantan adalah aspek safety yang tetap terjaga dan produksi blok tersebut terus meningkat.

“Karena, kita kulturnya memang safety dan kerja sama. Ke depannya, juga saya berharap produksi meningkat,” imbuhnya. 

Ditemui terpisah, mantan karyawan Chevron lainnya, Mulihate Sembiring (57 tahun) juga mengungkapkan hal yang senada. Ia mengaku sangat gembira dengan masuknya Pertamina sebagai operator blok East Kalimantan-Attaka. 

Happy aja, ini kan Company nasional, dengan beralihnya blok ini ke Pertamina, ya intinya garuda di dadaku lah, happy,” ujar dia yang juga ikut sebagai tim transfer alih kelola blok East Kalimantan-Attaka. 

Meski begitu, Mulihate yang sudah bekerja di Chevron sejak 1985 itu tak bisa langsung ikut terjun sebagai karyawan Pertamina, karena sudah masuk masa pensiun. 

“Saya sudah 57 tahun, karena kan di atas 56 tahun sudah tidak bekerja lagi di blok ini. Tapi poinnya, nilai atau value di Chevron atau di Pertamina akan menghasilkan hal yang sama,” ujarnya. 

Contoh alih kelola Blok Rokan

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia, Albert Simanjuntak mengatakan, proses alih kelola blok East Kalimantan-Attaka bisa menjadi contoh untuk alih kelola Blok Rokan di 2021. Proses alih kelola Blok East Kalimantan dan Attaka ini, menurutnya, adalah suatu pengalaman yang luar biasa. 

“Tentu saja, pengalaman tersebut, termasuk pelajaran yang akan kita lakukan untuk wilayah kerja Rokan,” kata dia. 

Namun, Albert mengatakan, perlu persiapan matang dalam proses alih kelola Blok Rokan. Sebab, luas Blok Rokan bisa dikatakan mencapai empat kali lipat atau bahkan lima kali lipat Blok East Kalimantan. 

“Tentu, kita mempersiapkan hal-hal yang penting dulu. Sampai saat ini, kita akan terus melakukan persiapan-persiapan,” katanya. 

Di satu sisi, ia yakin peran pemerintah, SKK Migas, dan kerja sama dengan Pertamina sangat penting dalam berhasilnya proses alih kelola. 

“Pengalaman yang kami dapatkan dalam alih kelola ini (Blok East Kalimantan-Attaka) adalah pengalaman yang luar biasa. Mudah-mudahan, kami sangat berharap (alih kelola) Rokan juga bisa berjalan dengan mulus,” tutur Albert.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *