VIVA Dapat Penghargaan dari Pemkab Pasaman Barat

Portal berita VIVA.co.id mendapat penghargaan dari Pemkab Pasaman Barat
VIVA – Portal berita VIVA.co.id mendapatkan penghargaan khusus dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, karena dianggap berjasa dan memiliki andil besar dalam memberitakan dampak musibah banjir yang melanda 11 kecamatan di kabupaten itu.

Penghargaan berupa piagam itu, diserahkan secara langsung oleh PJ Sekda Pasaman Barat, Andrinaldi di Kota Padang, Kamis malam 25 Oktober 2018.

Banjir yang terjadi pada Kamis 11 Oktober 2018 itu, menyebabkan ribuan warga terisolasi. Pemerintah setempat pun kewalahan. Putusnya akses di beberapa daerah yang terdampak, membuat droping logistik bantuan hingga penanganan terhadap para korban menjadi lamban.

VIVA yang menangkap musibah banjir di Pasaman Barat itu sebagai peristiwa besar yang butuh penanganan cepat, patut dan layak untuk dipublikasikan, kemudian menugaskan kontributor Sumatera Barat, Andri Mardiansyah untuk terjun langsung ke lokasi, memantau dan memberitakan dampak dan fakta yang terjadi di lapangan.

Tujuannya, agar publik luas mengetahui seberapa parah dampak yang timbul akibat musibah banjir yang hampir 90 persen menggenangi Kabupaten Pasaman Barat itu.

Sebelum ditugaskan dan berangkat ke Pasaman Barat, Andri Mardiansyah terlebih dahulu berada di Jorong Tanah Batu Piyubuah, Kenagarian Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, untuk meliput peristiwa banjir bandang yang menewaskan enam orang.

Adanya korban jiwa dan banyaknya kerusakan, dampak dari banjir bandang itu, membuat Andri harus bertahan selama tiga hari di lokasi kejadian.

Barulah kemudian pada 16 Oktober 2018 dini hari, Andri bersama dengan empat jurnalis lainnya yakni, John Nedy Kambang (CNN Indonesia TV), Rio Johanes (Kompas TV), Aidil Ichlas (Berita Satu TV), dan Muhammad Arif Pribadi (Antara Foto), berangkat menuju Pasaman Barat.

Di sana, mereka bertemu dengan dua jurnalis lainnya yang sudah lebih dulu berada di Pasaman Barat yakni, Donal Chaniago (tvOne) dan Gusri El Faishal (Metro TV).

Setelah mendengarkan kondisi terbaru dari Pemkab Pasaman Barat, Andri bersama rekan jurnalis lainnnya, kemudian memutuskan untuk berangkat ke daerah Tanjung Pangkal, Kecamatan Pasaman. Sasarannya yakni titik pengungsian dan jembatan yang putus akibat diterjang banjir.

Dari kawasan ini lah, kemudian terungkap fakta jika dampak yang diakibatkan sangat besar. Selain itu, bentuk penanganan tanggap darurat dari pemerintah setempat juga masih sangat minim.

Usai dari Tanjung Pangkal, mereka kembali bergerak ke Jorong Lubuk Gobing, Kenagarian Silaping, Kecamatan Ranah Batahan. Di lokasi ini, ribuan warga terisolasi lantaran satu-satunya jembatan penghubung putus. Warga terpaksa harus menggunakan rakit darurat yang dibuat dari drum bekas dan potongan bilah kayu yang dikaitkan kepada seutas kawat baja jembatan yang masih utuh.

Empat hari berada di Kabupaten Pasaman Barat, seluruh pemberitaan yang dilaporkan oleh Andri, masuk ke meja redaksi, diedit dan dimuat. Banyaknya pembaca dan beragam komentar yang timbul akibat pemberitaan itu, membuat bantuan yang sejak hari pertama pasca banjir minim, mulai berdatangan. Begitu juga dengan penanganan pemerintah setempat lebih cepat tanggap dari hari sebelumnya.

Merasakan dampak besar akibat pemberitaan itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kemudian memutuskan untuk memberikan penghargaan kepada VIVA dan media nasional lainnya dalam bentuk ucapan terima kasih dan piagam penghargaan.

Poin pertimbangan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memberikan penghargaan itu lantaran kehadiran VIVA dan media nasional lainnya, membantu mempercepat proses penanganan bencana banjir. Tidak hanya bantuan dari pemerintah provinsi, berkat banyaknya pemberitaan, bantuan juga mengalir dari pemerintah pusat.

“Berkat berita, kita banyak mendapatkan bantuan, mulai bantuan dari pemprov hingga dari pemerintah pusat. Tentu, atas partisipasi dan dukungan ini, kami ucapkan terima kasih,” kata PJ Sekda Kabupaten Pasaman Barat, Andrinaldi, Kamis malam 25 Oktober 2018.

Andrinaldi menjelaskan, piagam penghargaan yang diberikan kepada VIVA dan sejumlah media nasional lainnya ini, semata-mata hanya merupakan bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas pemberitaan yang sudah dimuat, dan dampak dari pemberitaan yang ada itu sangat besar.

Banyaknya bantuan yang masuk dan penanganan yang lebih cepat, merupakan dua dari sekian banyak dampak positif yang dirasakan Pemkab Pasaman Barat.

“Ke depan kami berharap, kawan-kawan juga membantu menyosialisasikan Pasaman Barat ini ke dunia luar, bukan hanya dari segi bencana saja, namun juga hal lain, sehingga potensi pariwisata, budaya, religi dan pariwisata yang kita miliki terekspose,” ujar Andrinaldi.

Jarak Tempuh

Masyarakat korban banjir, terutama para pelajar, di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyeberangi sungai yang arusnya deras dengan rakit darurat untuk ke sekolah pada Rabu, 17 Oktober 2018.

Foto: Pelajar di Pasaman Barat menembus banjir untuk sekolah

Andri menyebutkan, kendala utama yang dihadapi selama meliput peristiwa banjir di Pasaman Barat itu yakni jarak tempuh dari satu daerah ke daerah lain yang terdampak cukup jauh. Belum lagi kondisi cuaca buruk. Hampir setiap saat hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Jarak dari satu daerah ke daerah lain di sana cukup jauh. Untuk bisa sampai ke Jorong Lubuk Gobing kalau dari Kota Padang saja, butuh waktu sekitar tujuh jam normal. Lubuk Gobing ini, sudah dekat dengan Mandailing Natal,” kata Andri.

Walau jarak tempuh jauh dan cuaca buruk, kata Andri, kondisi itu tak menyurutkan niat untuk bisa sampai di lokasi terparah. Karena, itu sudah merupakan kewajiban bagi setiap jurnalis yang merasa terpanggil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *