Bikin Ngelus Dada, Aduan Konten Negatif di Medsos Naik Drastis

Media sosial Facebook.
VIVA – Selama 2018, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan laporan pekerjaan yang dilakukan selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Salah satunya kenaikan pelaporan konten negatif pada Facebook dan Instagram. Dari tahun lalu ada 2.232 konten, kini melonjak drastis.

“Mesin kami tetap bekerja melakukan pemblokiran sosmed. Ada peningkatan di Facebook dan Instagram 6.123 konten,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, di Gedung Kominfo, Kamis, 25 Oktober 2018. 

Sementara itu, untuk Telegram, tahun lalu 112 konten, sekarang 502 konten. File Sharing dulunya tidak ada, tahun ini 517 konten. Untuk konten pornografi, Line pada 2017 ada satu konten dan 2018 naik menjadi 18 konten. 

Laporan BBM tidak mengalami perubahan hanya lima konten. Sementara itu, kenaikan YouTube dan Google, sedikit saja dari 1.307 konten menjadi 1.530 konten. Twitter mengalami penurunan tajam dari 524.741 konten menjadi 3.521 konten. 

Penapisan website untuk konten negatif sebanyak 912.659. Paling tinggi pada sektor pornografi yang mencapai 854.876 konten. 

Kominfo juga melaporkan program gerakan 1.000 startup. Dalam proyek ini bekerja sama dengan pemangku kepentingan atau stakeholder seperti Pertamina, Telkomsel, dan Kementerian Perhubungan. 

“Gerakan 1.000 startup sudah capai 525. Kominfo bekerja sama dengan stakeholder,” kata dia. 

Selain itu, ada program UMKM Go Online dan sertifikasi elektronik. 

“Program UMKM Go Online, kita sudah on board 4 juta UMKM. Selanjutnya terkait dengan tantangan digital menandatangani CA (Certificate Authority),” ujarnya.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *