Eksklusif Nan Santai Karya Kolaborasi Mel Ahyar dan Iwan Tirta di JFW

Kolaborasi Mel Ahyar dan Iwan Tirta di JFW 2019
VIVA – Panggung Jakarta Fashion Week 2019 tak henti menampilkan beragam inspirasi desain busana dari para desainer ternama. Kamis malam, 25 Oktober 2018, saatnya desainer Mel Ahyar menampilkan koleksi dan desain terbarunya.

Koleksi busana high couture malam itu membius para tamu undangan yang hadir. Peragaan busana high couture jauh berbeda dengan koleksi ready to wear.

Menariknya, di panggung JFW ini, Mel Ahyar tak sendiri. Ia berkolaborasi dengan desainer beda ‘aliran’ yakni desainer batik Iwan Tirta.

Untuk koleksi terbarunya, Mel memilih tema 'Juan' yang berarti Graceful (elegan). Selama dua bulan, Mel mengerjakan 17 look dengan konsep merah, putih dan hitam.

Kolaborasi Mel Ahyar dan Iwan Tirta di JFW 2019

Untuk inspirasi, Mel membawa koleksinya pada suasana art deco Chinese era 20-an, atau Perang Dunia II.

Berkolaborasi dengan lini busana batik Iwan Tirta yang dikenal high couture, Mel mengaku bersemangat namun takut dengan kolaborasinya tersebut.  

“Berani memotong batik Prada yang sangat cantik ini selalu penuh tantangan buat saya, tapi sebenarnya saya takut merusak filosofi batik itu sendiri. Tapi saya pikir, kalau enggak berani mencoba nanti jarak ke generasi muda jadinya makin jauh,” kata Mel di sela show di JFW Media Centre, Senayan, Jakarta.

Kolaborasi Mel Ahyar dan Iwan Tirta di JFW 2019

Pada koleksi terbarunya yang diadu dengan koleksi batik prada, Iwan Tirta ini, Mel mengubah kesan berat dan formal dari batik high couture tersebut. Mulai dari siluet busana  hingga pemilihan sepatu.

Koleksi outer, long coat, loose dress dan baju Cheongsam dengan embellishment floral yang menggunakan material batik sutra, katun serta silk pleats yang dikombinasikan dengan batik prada dan sebagian batik lainnya, private collection yang original tanpa ubahan apapun.

Seluruh koleksinya tersebut dipadukan dengan sepatu masa kini. “Di sini aku menurukan batik high couture untuk menampilkan cutting yang tak biasa untuk batik dan alas kakinya saya padu-padan dengan sepatu sneakers. Tujuannya sih supaya bisa menambah awareness ke para wanita muda,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *