Kesempatan Tambah Modal, BEI dan OJK Ajak BPD Masuk Bursa

Bursa Efek Indonesia
VIVA – Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan mendorong, agar para Bank Pembangunan Daerah atau BPD bisa segera melantai di bursa.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK, Toto Zurianto menjelaskan, selain bisa ikut berkontribusi dalam upaya menopang anggaran infrastruktur daerahnya masing-masing, para BPD diharapkan bisa meningkatkan transparansi, serta aspek Good Corporate Governance atau GCG-nya dengan melantai di bursa.

Selain itu, lanjutnya, dengan bergabung di bursa saham, nantinya akan ada sumber penambahan modal ke perbankan, yang dapat memberi sumbangan pada pembangunan Indonesia melalui usaha intermediasi perbankan daerah.

“Itu sudah dimulai oleh BPD Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Jadi, saya yakin bahwa pembangunan SDM dan proses bisnis di daerah memang suatu keharusan,” kata Toto di Gedung BEI, Jakarta, Jumat 26 Oktober 2018.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pembangunan Bank Daerah atau Asbanda, Kresno Sediarsi mengatakan, potensi aset senilai Rp670 triliun sebagai hasil penyatuan dari para BPD itu, dinilai dapat mengamankan permodalan perseroan, bahkan memperkuat perekonomian negara.

“Maka pihak otoritas dan bursa, juga harus melakukan sosialisasi dan edukasi bagi para pemegang saham BPD, seperti Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota, dan anggota legislatif daerah,” kata Kresno.

Di tempat yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia menilai, dengan keterbatasan pilihan penambahan modal bagi para BPD, maka pasar modal merupakan salah satu kesempatan bagus bagi mereka untuk mendapatkan suntikan dana.

Sebab, Nyoman mengaku bahwa dari 27 BPD yang ada, baru 11 BPD yang memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan pendanaan, menurut catatan pihak bursa per kuartal III-2018.

Dari kesebelas BPD itu, lanjut Nyoman, delapan di antaranya telah menerbitkan obligasi, dua BPD menerbitkan saham, dan satu BPD melakukan keduanya.

“Karena, sebenarnya BPD punya peran penting untuk menjadi motor perkembangan pembangunan dan dunia usaha,” ujarnya. (asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *