Koneksi Internet Bermasalah, Seleksi CPNS Tertunda

Tes CPNS di Malang
VIVA – Seleksi nasional CPNS 2018 di Kota Malang sempat mengalami penundaan selama satu jam karena koneksi internet bermasalah. Ujian gelombang pertama yang sedianya dilakukan pada pukul 08.30 WIB molor menjadi pukul 09.30 WIB, Jumat, 26 Oktober 2018.

Dampaknya, jadwal yang telah tersusun mengalami perubahan menyesuaikan jam molor untuk hari pertama. Ujian seleksi nasional CPNS dilakukan di aula Gedung Olahraga SMKN 2 Kota Malang di Jalan Veteran.

“Kami minta maaf karena perlu penyetingan termasuk koneksi, wifi dan sebagainya. Karena ini hari pertama ya, saya langsung minta vendor memperbaiki koneksi agar tidak molor terlalu lama,” kata Koordinator Pelaksana tes CPNS Malang, Suksesti Sugiarti di Malang, Jawa Timur.

Sugiarti mengatakan akibat ada penundaan, ujian yang seharusnya berakhir pada pukul 18.00 WIB akan berakhir pada pukul 21.00 WIB. Pihaknya berjanji peristiwa penundaan tidak akan kembali terulang di hari ujian berikutnya.

“Sudah disepakati bersama peserta atas penundaan ini. Di Malang di siapkan 3 server, 1 server cukup untuk 210 peserta ujian. Semua terbagi dalam 5 gelombang,” tutur Suksesti.

Kota Malang menjadi tuan rumah seleksi nasional CPNS 2018 untuk 7 kota/kabupaten di Jawa Timur yakni dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.

Ada sebanyak, 30.325 pelamar dengan rincian sebagai berikut, Kota Malang ada 3.774 pelamar, Kabupaten Malang ada 5.199 pelamar, Kota Batu sebanyak 2.682 pelamar, Kabupaten Blitar sebanyak 7.225 pelamar, Kota Blitar ada 3.474 pelamar.

Berikutnya, Kabupaten Pasuruan ada sebanyak 5.301 pelamar dan Kota Pasuruan sebanyak 2.670 pelamar. Teknis pelaksanaan ujiannya, setiap hari digelar lima gelombang ujian dengan jumlah peserta tiap gelombang sebanyak 210 orang.

Waktu ujian untuk setiap peserta dalam menyelesaikan ujian yakni 90 menit. Seleksi ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Sebelum menjalani ujian, para peserta akan diperiksa dengan ketat dan peserta dilarang membawa alat komunikasi.

“Beruntung tidak sampai seperti di Kediri, di mana ujian di hari pertama ditunda. Kediri itu vendor angkat tangan, kalau di sini di Malang jangan sampai ada apa-apa. Saya minta jaminan sesuai perjanjian kerja sama. Harus tanggung jawab,” ujar Suksesti. 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *