Banyak Pemain Cedera, Operator Liga 1 Minta Wasit Tegas

Duel Persebaya Surabaya vs Borneo FC.
VIVA – Liga 1 2018 sudah memasuki akhir musim. Persaingan antarklub semakin sengit. Tak jarang banyak pemain jadi korban cedera karena kerasnya permainan di atas lapangan.

Operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya angkat bicara soal ini. Tigor Shalomboboy selaku chief operating officer meminta wasit untuk lebih tegas dalam memimpin.

Proteksi terhadap pemain harus dikedepankan. Karena sudah ada contoh mereka yang jadi korban seperti gelandang Persebaya Surabaya, Robertino Pugliara, Suhandi dari PSMS Medan, dan pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar.

Cedera Robertino didapatkan kala membela Persebaya melawan Borneo FC pada pekan ke-25 Go-Jek Liga 1, Sabtu 13 Oktober 2018 malam lalu di Stadion Gelora Bung Tomo. Gelandang asal Argentina itu mendapat tekel keras dari Wahyudi Hamisi saat mencoba untuk masuk ke pertahanan Borneo FC.

Sementara itu, Suhandi mendapat terjangan dari kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana. Selanjutnya, Dedi mendapatkan cedera patah tulang fibula kaki kanan saat Persib melawan PSM. Pemain yang akrab disapa Dado itu ditekel oleh Rizky Pellu.

“PT LIB harus memastikan pemain terproteksi di lapangan dan meminta wasit untuk lebih jeli dan tegas melihat pelanggaran-pelanggaran keras yang terjadi. Intinya wasit harus bisa memberikan proteksi kepada pemain, dan tidak segan untuk memberikan hukuman kepada pemain yang melakukan pelanggaran keras,” kata Tigor.

Tigor menambahkan, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI juga diharapkan untuk lebih jeli dalam melihat suatu pelanggaran dan jika perlu memberikan hukuman atas pelanggaran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *