Telkomsel Fokus Inkubasi Sektor Agrikultur pada 2018

Presiden Joko Widodo didampingi Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.
VIVA – Operator telekomunikasi Telkomsel berencana untuk membuka Laboratorium Internet of Things (IoT) lagi pada tahun depan. Kali ini mereka menyasar kota Yogyakarta dan Surabaya.

“Jakarta dan Bandung saja untuk kickstart oke lah. Tapi kalau ke depan bagus juga untuk kita bangun di Yogya dan Surabaya,” kata Vice President Corporate Planning Telkomsel, Andi Kristianto, di Telkomsel Experience Zone Ideafest 2018, Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Oktober 2018.

Menurut Andi, banyak sekali pengembang IoT yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Implementasi perusahaan tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Sumatera dan Sulawesi. Di laboratorium IoT, Andi menuturkan bahwa perusahaan bisa uji coba teknologi NB-IoT. Selain itu, disediakan tools untuk mencoba beberapa alat.

“Kalau teman-teman startup mau ngetes NB-IoT bisa. Karena, nanti di lab kita berikan tool kit buat teman-teman untuk nyoba. Sekarang mungkin konektivitas banyak pakai wifi, bahkan manual. Dengan adanya NB-IoT ini mereka bisa nyoba di tempat kita,” ujar dia.

Andi melanjutkan, untuk yang masih berbentuk prototype, saat ini diletakkan di laboratorium IoT Telkomsel. Ia menjelaskan, berbeda dengan startup lain yang tinggal membuat aplikasi, IoT memiliki cara yang lebih rumit.

“Kalau yang lain tinggal bikin aplikasi, maka IoT juga harus membangun aplikasi. Enggak banyak orang tech startup cukup mapan untuk itu. Mereka melirik Telkomsel untuk bisa enggak sih saya diberi mentor dan disediakan fasilitas untuk bisa ngulik bagian hardware IoT,” ujarnya.

Telkomsel menjadikan sektor teknologi agrikultur atau agritech fokus inkubasi tahun ini dengan memiliki contoh kasus yang cukup besar. Menurutnya hal ini karena wilayah Indonesia yang besar untuk beberapa jenis pertanian. Untuk perikanan, salah satu use case-nya mengenai mengatasi over-feeding pada ikan.

“Sebanyak 80 persen ongkos operasionalnya di pakan ikan. Jadi masalah yang mereka hadapi seringkali over-feeding. Membuat kualitas air juga turun. Nah, itu yang kita otomasi di laboratorium IoT,” kata Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *