Penanganan Bencana Sulteng Masuk Masa Transisi Pemulihan

Seorang anak bermain mainan mobil yang rusak pascagempa dan tsunami Palu di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah
VIVA – Masa tanggap darurat penanganan gempa Sulawesi Tengah sudah berakhir. Kini, tahapan selanjutnya memasuki masa transisi pemulihan.

Laporan reporter tvOne, Abdy Mari, mulai Sabtu hari ini, 27 Oktober 2018 pemerintah akan memprioritaskan pengerjaan masa transisi pemulihan.

“Masa tanggap darurat berakhir, terakhir Jumat kemarin 26 Oktober 2018. Sekarang prioritas masa transisi pemulihan,” demikian laporan Abdy langsung dari Palu.

Meski masuk transisi pemulihan, namun masih banyak masyarakat korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah yang belum mendapatkan hunian sementara. Hal ini penting sebab mempengaruhi aktivitas kehidupan masyarakat.

“Bahkan mereka berharap bisa mendapatkan rumah yang layak pascagempa, tsunami dan likuifaksi,” tambah laporan Abdy.

Terkait masa transisi pemulihan, sejumlah wilayah seperti Palu, Sigi, Donggala menjadi perhatian untuk perbaikan infrastruktur. Khusus Palu, menjadi prioritas karena mengalami kerusakan parah dan statusnya sebagai ibu kota provinsi.

Salah satu infrastruktur yang direncanakan untuk perbaikan adalah Jembatan Kuning di Palu. Fasilitas jembatan ini punya peran vital dalam akses transportasi.

Selain itu, perbaikan distribusi bantuan untuk korban bencana tetap menjadi perhatian dalam penanganan bencana Sulteng.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terakhir Sabtu, 20 Oktober 2018, dinyatakan 2.113 meninggal dunia dan 1.309 orang hilang. Sementara, ada 4.612 luka-luka dan 223.751 orang mengungsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *