Perusahaan Plastik RI Sukses Rebut Pasar Inggris

Sedotan plastik.
VIVA – Kerja sama di bidang perdagangan produk plastik antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Inggris, berhasil membuahkan transaksi dalam miliaran rupiah di Trade Expo Indonesia 2018. 

PT Asia Cakra Ceria Plastik, salah satu UKM di Solo, telah berhasil memenuhi standar pasar Inggris dan mengekspor produk plastiknya dengan nilai ratusan miliar rupiah per tahun. 

Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Trade Expo Indonesia 2018 telah dilakukan pada Kamis, 25 Oktober 2018, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD) di depan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI, Arlinda. 

Kegiatan penandatanganan ini dihadiri pula oleh Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London Nur Rakhman Setyoko dan Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI London Vitto R Tahar. 

Kegiatan penandatanganan nota kerja sama merupakan rangkaian dari acara Trade Expo Indonesia 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan, yang berlangsung 24-28 Oktober 2018 dan telah memasuki tahun ke-33. 

Nur mengatakan, hal ini diharapkan menjadi pemicu kegiatan kontrak dagang Indonesia dengan Inggris di lain sektor yang nantinya akan memperluas kegiatan perdagangan di kedua negara.
 
“Hal ini memang bukan hal yang baru, namun harus bisa dipertahankan agar kegiatan perdagangan antara Indonesia dan Inggris dapat terbuka lebih luas lagi. Bukan hanya di sektor industri plastik namun juga industri lainnya seperti tekstil, furnitur, makanan, dan sebagainya,” ujar Nur dikutip dari keterangan resminya Sabtu, 27 Oktober 2018. 

Kontrak kerja sama antara supplier Indonesia dengan mitranya yang berasal dari negara Ratu Elizabeth ini bukanlah tahun pertama, namun telah memasuki tahun kedua. Angka transaksi yang terjadi juga ikut mengalami kenaikan hingga 300 persen. 

Selain upaya mempertemukan antara dua pihak, Nur berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana yang cukup efektif bagi para pengusaha Indonesia yang ingin berkembang dan memiliki jaringan bisnis yang lebih luas hingga ke mancanegara. Khususnya guna memasarkan produk dalam negeri ke kancah internasional, khususnya negara Inggris.

“Saat ini kami juga sedang membidik beberapa pangsa pasar yang lebih luas namun tetap terfokus di Inggris, seperti garmen dan tekstil, hingga para peminat kopi. Belum ada target angka khusus yang kami ciptakan untuk kegiatan penandatanganan kontrak dagang lain dalam waktu dekat. Namun kami berharap hal ini dapat mendorong kegiatan ekspor industri dalam negeri agar dapat lebih berekspansi di negara maju seperti Inggris”, tambah Nur Rakhman.

KBRI London tahun ini berhasil membawa 24 calon pembeli dari Inggris yang didaftarkan ikut dalam kegiatan Trade Expo Indonesia ke-33. Inggris merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Kawasan Eropa.

Selama periode Januari-Agustus 2018, nilai perdagangan Indonesia-UK adalah US$1,76 miliar, naik sekitar 12.96 persen dari periode yang sama dari tahun sebelumnya. Selama periode Januari-Agustus 2018 tersebut, Indonesia sudah mengalami surplus sebesar US$185,5 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *