Rasio Elektrifikasi 100 Persen, Seluruh Warga Bali Teraliri Listrik

Petugas PLN memeriksa meteran listrik.
VIVA – Gubernur Bali, Wayan Koster mengapresiasi keberhasilan PT PLN Distribusi Bali karena terhitung sejak Oktober 2018 rasio elektrifikasi di Provinsi Bali tercatat sudah mencapai 100 persen.

Itu berarti, 100 persen penduduk Bali telah terjangkau listrik. Menurut Koster, prestasi ini patut diapresiasi karena Bali menjadi daerah pertama di Indonesia yang mencapai rasio elektrifikasi 100 persen.

“Terima kasih untuk jajaran PLN. Ini merupakan kado buat saya sebagai gubernur yang baru. Saya yakin, upaya mewujudkan rasio eletrifikasi 100 persen bukanlah hal yang mudah, butuh kerja keras dan perjuangan,” kata Koster pada peringatan Hari Listrik ke-73 di Denpasar, Sabtu 27 Oktober 2018.

Kendati begitu, ia tetap mengingatkan kompleksitas permasalahan energi yang akan dihadapi Bali di masa mendatang.

Hal ini terkait dengan tingkat pertumbuhan konsumsi listrik Bali yang cukup tinggi yaitu sebesar 3,3 persen. Persoalan lain, Bali juga tidak mempunyai sumber energi konvensional seperti minyak, gas dan batu bara.

Selain itu, potensi energi terbarukan yang dimiliki Bali juga tidak terlalu besar. Koster berpendapat, ke depan Bali perlu mengupayakan terobosan serta pemanfaatan teknologi terbarukan seperti tenaga surya, tenaga air, tenaga angin, biogas dan arus laut.

Ia berharap, suatu saat Bali benar-benar bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi dan mengurangi ketergantungan dari Pulau Jawa.

Sementara itu, General Manager PLN Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa melaporkan bahwa secara umum kondisi kelistrikan Bali relatif lebih baik dibandingkan dengan sejumlah daerah di Indonesia.

Daya mampu pembangkit yang ada di Bali saat ini sebesar 885 MW dengan beban puncak tahun 2018 mencapai 845 MW. Dengan kata lain, Bali mempunyai cadangan daya sebesar 40 MW.

Selain itu, daya mampu pembangkit di Bali juga masih dibantu oleh kabel laut sebesar 340 MW. Sejalan dengan komitmen Gubernur Koster, PLN juga berkomitmen mewujudkan kemandirian listrik di Pulau Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *