Dibantai Arema, PSMS Merasa seperti Tim Kasta Ketiga

Pelatih PSMS Medan, Peter Butler.
VIVA – PSMS Medan harus mengakui timnya kalah kualitas atas Arema FC. Usai dipermak 5 gol tanpa balas oleh Singo Edan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu, 28 Oktober 2018.

“Pertama saya ucapkan selamat kepada Arema. Arema hari ini bermain bagus harus kita akui itu. Arema lebih kuat, lebih cepat, lebih agresif dan cukup bagus,” kata Pelatih PSMS Peter Butler usai laga.

Bahkan pelatih berkebangsaan Inggris itu menilai duel Arema FC kontra PSMS ibarat tim Liga 1 melawan tim Liga 3. Di mana Arema menurutnya banyak dihuni pemain berkualitas, sedangkan PSMS dihuni pemain kurang pengalaman.

“Kita lihat ini pertandingan berat, babak pertama seperti tim divisi 1 melawan divisi 3. Hari ini tidak cukup bagus buat kita, hari buruk bagi PSMS,” ujar Peter Butler.

Menurut Peter Butler tidak ada alasan kecuali PSMS melakukan evaluasi usai dihajar Singo Edan. Beberapa yang harus dievaluasi adalah penerapan taktik dan strategi, serta mentalitas para pemain PSMS.

“Di 40 menit awal kita tidak bisa melakukan serangan sama sekali. Di babak kedua kita lebih baik dengan melakukan pergantian pemain. Saya mengerti tim ini tidak cukup kuat dan tidak cukup baik,” tutur Peter Butler.

Atas hasil ini PSMS semakin terbenam di dasar klasemen sementara Liga 1. Dengan mengumpulkan 27 poin dari 26 pertandingan. PSMS selisih 5 poin dengan PS TIRA yang bertengger di posisi 15 atau posisi aman dari zona degradasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *