Pesawat Lion Air JT 610 Diproduksi Boeing pada Maret 2018

Petugas Basarnas melakukan persiapan sebelum mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat.
VIVA – Senin pagi 29 Oktober 2018, Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. 

Pesawat tersebut merupakan pesawat terbaru Boeing 737-800 Max yang diproduksi pada Maret 2018. Informasi tersebut diketahui dari serpihan bangkai pesawat yang di temukan di perairan Karawang.

“Ini dapat dilihat merupakan pesawat baru yang diproduksi pada Maret 2018,” kata Wakil Komandan Satgas SAR TNI AL, Kolonel Laut Salim di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018

Serpihan pesawat tersebut ditemukan oleh tim SAR TNI AL saat melakukan proses evakuasi korban dan bangkai pesawat Lion Air. Sejumlah kartu identitas korban pun ditemukan di wilayah jatuhnya pesawat Lion Air.

“Kami menemukan kartu identitas, sepatu dan potongan organ tubuh korban,” kata Salim.

Untuk mencari serpihan dan korban pesawat jatuh tersebut, TNI AL mengerahkan KRI Rigel-933 sebab KRI Rigel-933 memiliki kemampuan melakukan penyisiran dasar laut yang sangat dibutuhkan untuk menemukan bangkai pesawat dan black box milik pesawat Lion Air JT 610.

“KRI Rigel akan melakukan deteksi kedalaman full covered di posisi jatuhnya pesawat Lion Air pada koordinat 5° 46.15000' S-107° 7.16000' E dan area sekitarnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *