Buat Laporan Hasil Kerja, Bekraf Gelar Festival

Bekraf Festival 2018.
VIVA – Beragam program telah dilakukan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) selama satu tahun ke belakang. Namun, sejauh apa program yang dilakukan tersebut berjalan dan apa saja hasilnya, masih belum diketahui secara luas.

Untuk itulah, Bekraf membuat sebuah laporan yang memaparkan apa saja capaian yang diraihnya selama ini. Hasil laporan ini pun bisa dilihat langsung oleh masyarakat luas, bukan melalui bentuk tulisan, melainkan sebuah festival.

Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik mengatakan, Bekraf Festival merupakan salah satu program akhir tahun Bekraf yang memiliki tujuan memberikan semacam public report. Menariknya, festival ini tidak hanya berisi public report, tapi juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti talkshow, workshop, dan pertunjukkan.

Di tahun 2017, Bekraf sukses menggelar Bekraf Festival yang pertama di Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 33.900 pengunjung berhasil disedot ke festival yang berlangsung empat hari itu.

“Era sekarang, penyelenggara negara apalagi yang berkaitan dengan pemangku sektor kreatif yang banyak melibatkan partisipasi orang, harus memperlihatkan perkembangannya seperti apa,” ujar Ricky saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018.

Ada sekitar 50 program yang nanti akan ditunjukkan dalam Bekraf Festival 2018, di antaranya IKKON, Kreatifood, BIIMA, Hello Dangdut, Deureuhan, Coding Mum, ORBIT, BISMA, FoodStartupIndo, CREATE, Retas dan lainnya.

Ricky menjelaskan, masyarakat tidak hanya dapat menggali informasi mengenai apa saja yang sudah dilakukan program-program Bekraf, tapi juga menjadi ajang pembelajaran bagi pelaku ekonomi kreatif.

Acara ini, lanjut Ricky, akan dikemas dalam format sharing atau diskusi. Selain itu, juga ada tambahan faktor festival atau kemeriahan khas event kreatif.

Ricky menargetkan akan ada 50.000 pengunjung yang menghadiri festival tahun kedua ini. Ia optimis melihat lokasi yang digunakan berada di lokasi strategis Kota Surabaya.

Surabaya dipilih menjadi tempat diselenggarakannya Bekraf Festival 2018 karena dinilai memiliki persentase usaha ekonomi kreatif dengan jumlah terbesar di Indonesia. Menurut survei Badan Pusat Statistik 2016, jumlah usaha ekonomi kreatif dengan jaringan tunggal di Surabaya mencapai 6,41 persen.

Selain itu, penyelenggaran Bekraf Festival pada 15-17 November 2018 nanti juga bertepatan dengan event internasional Startup Nations Summit. Bekraf Festival setiap tahunnya akan memilih kota berbeda untuk penyelenggaraannya sebagai penghargaan terhadap kota terpilih atas dukungannya yang besar terhadap ekonomi kreatif Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *