Kesaksian Penumpang Lion Air 610, Pesawat Bak Hilang Tenaga di Udara

Pesawat Lion Air regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8
VIVA – Seorang penumpang memberikan kesaksian saat ia menumpang pesawat Lion Air JT610 yang dia yakini adalah pesawat yang sama yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin pagi, 29 Oktober 2018. Alon Sutanto pada Minggu malam, 28 Oktober 2018 mengaku sempat deg-degan saat menumpang pesawat itu dari Denpasar menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat itu juga Lion Air 610.

“Yakin pesawat yang sama karena ada PK LQP juga,” kata Alon sebagaimana diwawancara tvOne, Senin malam, 29 Oktober 2018.

Alon bercerita, saat akan berangkat dari Denpasar, penerbangan mereka delay 'tertunda' hingga dua jam. Parahnya, saat pesawat take off, di menit ketiga hingga kedelapan Alon merasa bahwa pesawat tersebut seperti diam kehilangan tenaga. Dia juga menyaksikan sempat melihat pilot dan co-pilot mondar-mandir mengambil sebuah tas.

“Setelah tiga sampai 8 menit, pesawat kehilangan tenaga, seperti tidak biasa naik dan itu pun tak terjadi pada saat itu juga. Di perjalanan dan seperti turun dari ketinggian,” kata Alon lagi.

Dia mengatakan sebelum mereka mendarat juga beberapa kali terjadi guncangan yang sempat menyebabkan kepanikan. Namun tak ada informasi dari awak kabin tentang kondisi pada saat itu. Hingga pesawat mendarat, pilot juga tak menjelaskan kondisi cuaca sebagaimana biasanya yang memang saat itu hujan di kawasan Jakarta dan Banten.

“Pada saat itu saya di bangku 21C dan saya memperhatikan beberapa kali pilot dan co-pilot keluar dan meminta pramugari tas dari bagasi. Kemudian masuk dari ruang pesawat di belakang kokpit seperti memperbaiki sesuatu. Saya bingung ada kejadian apa,” lanjut dia yang meyakini hal itu juga membuat penumpang lain bertanya-tanya.

Diketahui bahwa Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang hari ini jatuh di kawasan Karawang setelah beberapa lama tinggal landas. Di pesawat itu diketahui ada 189 nyawa yang saat ini para korban masih terus dicari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *