8 Hal yang Jarang Diketahui dalam Keselamatan Penerbangan

Ilustrasi kursi duduk pesawat.
VIVA – Bagi yang sering bepergian dengan pesawat terbang, tentu menjadi hal biasa saat mendengarkan instruksi keselamatan dari maskapai sebelum lepas landas. Namun ada kalanya penumpang tergoda untuk tidak mendengarkan instruksi, padahal informasi tersebut penting.

Menurut laman Traveller, Selasa 30 Oktober 2018, keadaan darurat bisa terjadi sewaktu-waktu dan tidak bisa diabaikan, maka awak kabin perlu tahu bagaimana mengatasinya. Inilah beberapa hal yang jarang diketahui dalam keselamatan penerbangan. 

Dengar pengarahan saat penerbangan

Pada saat penerbangan sudah menjadi hal umum bagi penumpang untuk disuguhkan pengumuman keselamatan. Penumpang yang tidak mengikuti instruksi bertanggung jawab atas nasib diri mereka. Namun awak kabin dapat menegur seseorang yang membuat kegaduhan pada saat itu.

Periksa jaket pelampung

Sebagai penumpang kamu harus memeriksa apakah jaket pelampung sudah tersedia pada tempatnya. Lalu periksa juga kelengkapannya, salah satunya seperti peluit. Sehingga jika datang keadaan darurat, penumpang bisa langsung menggunakannya.

Pendaratan bisa terjadi

Pendaratan darurat oleh pesawat menjadi suatu hal yang dilakukan secara sengaja maupun tidak. Misalnya, ketika awak kabin tahu ada sesuatu yang buruk terjadi, pendaratan darurat harus dilakukan karena adanya kebakaran atau kegagalan mesin. Lalu pendaratan juga akan dilakukan jika terdapat serangan teroris.

Perhatikan, evacuation slide bisa buat celaka

Seorang eksekutif pelatihan British Airways, James Austin mengatakan, slide darurat bisa menjadi senjata mematikan. Anggota awak kabin harus memastikan pintu dalam mode manual saat mendarat. Ketika mereka membukanya maka slide akan terbuka dalam waktu kurang dari 10 detik.

Penumpang yang tolak melompat 

Jika ada penumpang yang menolak untuk keluar, maka jangan kaget jika mereka mendapat paksaan untuk segera menuju slide. Kru maskapai akan melakukan banyak tindakan, seperti mendorong, menendang sampai berteriak. Dengan kecepatan penuh 150 orang dapat diselamatkan dalam waktu 60 detik.

Mendarat di atas air

Opsi mendarat di atas air harus dilakukan dengan alasan kehabisan bahan bakar atau adanya kontaminasi. Untuk persiapan evakuasi, awak pesawat perlu menginstruksikan penumpang mengenakan pakaian yang tersedia untuk meningkatkan peluang hidup. 

Jangan mengenakan pelampung sampai berada di luar pesawat. Sebab apapun yang terapung dapat menghalangi jalannya evakuasi. Lalu jika lingkungan di sekitar masih berbahaya, seperti adanya kebakaran, badai laut atau medan yang berbahaya, maka akan lebih aman untuk tetap berada di pesawat.

Kebakaran di pesawat

Jika hal ini terjadi, asap kebakaran menjadi hal yang sangat beracun. Kru akan memberi tahu penumpang menurut besarnya api dan lokasi. Jika api ada di dekat penumpang maka jelas mereka akan diberi tahu, namun jika misalnya itu di dapur, kru mungkin tidak akan memberi tahu. Penumpang disarankan untuk keluar dari pintu yang terdekat. 

Masker gas hanya digunakan sewaktu-waktu

Masker gas hanya tersedia bagi penumpang yang ingin melewati api. Saat ada indikasi kebakaran di mesin, kabin, atau bahkan tempat yang tersembunyi, kru memiliki waktu 17 menit untuk mendaratkan pesawat. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *