Permainan Buto Ijo dan Timun Mas Go International

Board game Buto Ijo diperkenalkan di Jerman
VIVA – Permainan board game asal Indonesia ternyata laris manis di pasar internasional. Ini terlihat dalam pameran Board Game 2018 atau Spiel Messe 2018 di kota Essen, Jerman, selama 4 hari berturut ( 25-28 Oktober 2018), yang diikuti lebih dari 1100 peserta.

Hak cipta (rights) Board Game berjudul Buto Ijo dan Timun Mas karya publisher Manikmaya laris dibeli oleh publisher board game internasional, Blue Orange. Penandatanganan kontrak tersebut dilaksanakan pada hari pertama Messe Spiel berlangsung. Rencananya, board game Buto Ijo dan Timun Mas ini akan dikembangkan untuk dipasarkan tahun depan  ke berbagai negara, dalam 8 bahasa.

Dalam penandatanganan tersebut, Thierry Denoval dari Blue Orange mengatakan bahwa permainan Buto Ijo dan Timun Mas cukup unik. “Mekanismenya baik, bisa dimainkan bersama keluarga dan para kurator kami sangat menikmati permainannya. Kami ingin berbagi kegembiraan dengan para penggemar board game dengan memainkan game ini,“ kata Denoval.

Dia mengakui Buto Ijo dan Timun Mas yang diambili dari cerita rakyat Indonesia ini memberi angin segar pada game-game saat ini, yang berputar dalam tema Kastil Abad Pertengahan, Bajak Laut, Olahraga, atau Zombie.  

Bagi Eko Nugroho, CEO Manikmaya, Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan Board Game. “Kita punya sejarah, cerita rakyat, kuliner, budaya yang bisa diperkenalkan lewat board game.  Board game merupakan sarana pendidikan yang efektif dan penting dalam keluarga dan sekolah,” kata dia.  

Bagi Eko yang telah beberapa kali mengadakan workshop board game bersama harian Kompas, game digital yang tengah marak bukan saingan board game., “ jangan pernah melihat boardgame dan digital game bersaing. Mereka malah saling menguatkan. Dengan banyaknya perkembangan industry board game, ide kreatif kian tumbuh, bahkan ditransfer menjadi game digital secara luar biasa”.

Bagi Eko, ini merupakan ketiga kalinya ia bersama teman teman ikut serta dalam Spiel Messe di Essen Jerman. “Awalnya booth kami ada di hall paling ujung dan kecil sekali. Namun kami tetap semangat untuk membangun network dan berkenalan dengan orang orang yang bergerak dalam  industri ini, ” lanjut dia.

Penggemar Board Game di Indonesia saat ini mulai berkembang. Anggota Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia yang terbentuk 2017 ini memiliki anggota yang terdiri dari 20 publisher, 275 orang desainer game, komunitas dan game master. Cafe cafe yang menawarkan tempat untuk bermain board game ini utamanya berada di Jakarta, Tangerang, Bandung, Jogjakarta, Solo dan Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *