Gratiskan Jembatan Suramadu, Jokowi Bantah Kampanye Terselubung

Presiden Joko Widodo.
VIVA – Presiden RI Joko Widodo menepis keputusan pemerintah menggratiskan tol Surabaya-Madura dibuat sengaja untuk pencitraan menjelang Pemilu 2019.

Jokowi yang juga berstatus petahana itu mengatakan, pembebasan biaya masuk jembatan Suramadu sudah berdasarkan kajian sejak lama. Ia pun menolak keputusannya itu disebut sebagai kampanye terselubung.

“Urusan jembatan Suramadu itu prosesnya sudah lama. Ada proses sebelumnya pembebasan sepeda motor,” kata Jokowi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 31 Oktober 2018.

Menurut dia, keringanan biaya melewati Suramadu juga sudah dilakukan sebelumnya ketika adanya insentif diskon. Maka, ia berharap dengan digratiskannya jembatan itu membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Efek positif ini terutama masalah ketimpangan antara wilayah Surabaya dan Madura.

“Rasa keadilan itu jadi catatan kita. Kami putuskan jadi jembatan biasa dan itu ini bukan investasi swasta, bukan BUMN. Ini dari APBN,” ujarnya menjelaskan.

Terkait aduan Jokowi ke Bawaslu soal dugaan kampanye terselebung menggratiskan Jembatan Suramadu, ia menjawab diplomatis. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, para tokoh yang ikut peresmian kebijakan itu tidak bisa diprediksi dan bukan atas instruksi dirinya.

Dalam laporan ke Bawaslu itu, orang sekeliling Jokowi mengacungkan satu jari.

“Kanan kiri ada kiai dan acungkan jari, juga sudah saya ingatkan saat itu tidak usah. Beda kalau saya suruh. Justru saya ingatkan, jangan dibalik-balik,” ujarnya. (mus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *