Intip Proses Perbaikan Kabel Laut untuk Pertahankan Komunikasi

KN Belut Laut 4806 menangkap kapal bermuatan kabel optic.
VIVA – Saat pengguna internet, baik mobile maupun melalui sambungan kabel LAN tiba-tiba kehilangan akses secara merata, salah satu hal yang harus diwaspadai adalah terputusnya kabel telekomunikasi yang terletak di bawah laut. Bisakah kita membayangkan bagaimana perbaikan dilakukan sampai pengguna bisa kembali berinternetan?

Dikatakan pihak perusahaan penyedia jasa perbaikan kabel bawah laut di wilayah nasional, PT Triasmitra Multiniaga Internasional (PT TMI), ada kesepakatan yang telah disetujui pihak terkait menyoal perbaikan kabel laut yang bermasalah. Durasi yang ditargetkan dalam proses perbaikan pun dalam hitungan hari.

“Terakhir kami melakukan perbaikan kabel di perauran pulau Bawean, untuk XL Axiata. Dalam 10 hari kami bisa perbaiki. Lebih cepat ketimbang komitmen waktu perbaikan yang disepakati, selama 22 hari sejak permintaan diterima,” ujar CEO Ketrosden Triasmitra, Titus Dondi Patria A, dalam keterangannya, Rabu, 31 Oktober 2018.

Peresmian proyek kabel laut Jayabaya

Dijelaskannya, SLA untuk restorasi kabel laut adalah maksimum 30 hari untuk wilayah perairan Indonesia, dan maksimum 48 hari untuk  wilayah di luar perairan Indonesia. Selain layanan restorasi kabel laut, saat ini Triasmitra telah memperluas layanan Managed Service untuk melakukan pencegahan putusnya kabel laut.

Layanan Managed Service kabel laut Triasmitra terbagi dua bagian, Preventive Maintenance dan corrective maintenance. Preventive meliputi Sistem Patroli Kabel Laut dan Sistem Monitoring Kabel Laut, sedangkan Corrective meliputi  restorasi  Kabel  Laut  dan  penyediaan  kapal  (standby  vessel)  untuk restorasi.

“Untuk  melaksanakan  Preventive  Maintenance,  yang  berupa  patroli  SKKL,  Triasmitra  telah membangun 10 Base Camp yang dilengkapi kapal patroli beserta tim patroli. Patroli laut dilaksanakan secara reguler sepanjang jalur SKKL di area Guard Zone atau di area-area yang berpotensi sering terjadi kabel putus sampai dengan sejauh 140 km dari lokasi. Monitoring yang dilakukakn melibatkan tim patroli kabel laut dan melakukan monitoring pergerakan kapal-kapal yang  bergerak di sekitar lokasi kabel optik laut selama seminggu penuh di lokasi-lokasi  yang  rawan untuk memberikan peringatan langsung,” jelas Titus.

Dalam  pelaksanaan  Preventive  Maintenance  ini,  kata Titus, Triasmitra  telah  menandatangani  Nota Kesepahaman  dan  Perjanjian  Kerjasama  dengan  Badan  Keamanan  Laut  Republik  Indonesia  (Bakamla RI). 

Saat ini Triasmitra juga telah dipercaya oleh Indosat Ooredoo untuk layanan Managed Service SKKL  di wilayah perairan Selat Sunda dan Ancol, dan PT. Palapa Ring Barat untuk Managed Service  SKKL Palapa Ring Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *