Apkomindo: Hari Gini Cari Handphone ke Roxy, Ngapain?

Suasana Indocomtech 2018 di Jakarta Convention Center, Rabu, 31 Oktober 2018.
VIVA – Keberadaan e-commerce tak bisa dipungkiri berpengaruh terhadap nasib toko offline atau tradisional yang menjual barang-barang elektronik. Sebut saja Roxy, Mangga Dua, dan Ratu Plaza.

“Online tanpa marketing, tanpa toko. Cuma punya gudang saja bisa maju. Sekarang sudah beda pola bisnisnya. Mau tidak mau, mereka harus migrasi ke bisnis yang baru,” kata Direktur Telekomunikasi Pengendalian Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Firmansyah Lubis, di acara Indocomtech 2018, Jakarta Convention Center, Rabu, 31 Oktober 2018.

Ia mencontohkan hal yang sama juga terjadi di sektor transportasi. Online menjadi cara mereka untuk tetap bertahan. Selain itu transportasi online memberikan banyak kemudahan, seperti harga dan mitra pengemudi atau driver juga lebih jelas.

Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau Apkomindo, Rudi Muliadi, mengatakan hal yang sama. Menurutnya ada pergeseran seseorang berjualan produk, khususnya elektronik. Pemegang merek lebih diuntungkan dengan perubahan ini karena mereka bisa langsung menjual ke end-user atau konsumen.

“Makanya, sekarang orang cari barang sudah enggak lagi ke Jakarta. Hari gini cari handphone ke Roxy, atau cari netbook ke Mangga Dua. Ngapain?” ungkap Rudi. Itulah sebabnya efek bagi penjual di bagian tengah tersebut sangat terasa, yaitu membuat toko elektronik di Mangga Dua, Roxy, serta Ratu Palza banyak yang kosong.

Rudi pun mendorong pemain di toko offline harus secepatnya berpindah ke online. Ia lalu mencontohkan Alibaba dan Bhinneka yang dikenal sebagai penjualan online juga punya offline store sendiri, bahkan hingga saat ini.

Namun demikian, Rudi mengaku tidak melulu harus ikut pindah. Menurutnya bila penjual tahu hal unik yang bisa dijual oleh mereka maka hal itu juga harus dibangun.

“Seperti, 'ah, saya mau lihat dulu fisik barangnya. Atau, saya mau jalan-jalan ke Mangga Dua'. Yang kaya gini-gini enggak mungkin enggak ada. Jadi, toko itu hilang habis semua enggak mungkin,” tegas Rudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *