Sidik Jari Jadi Kunci Korban Lion Air Hizkia Jorry Teridentifikasi

Tim DVI indentifikasi korban jatuhnya Lion Air
VIVA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri berhasil mengindetifikasi tiga potongan tubuh jenazah korban kecelakaan Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Salah satu korban yang berhasil teridentifikasi atas nama Hizkia Jorry Saroinsong.

Kepala RS Polri Komisaris Besar Polisi Musyafak mengatakan, Hizkia yang berusia 23 tahun berhasil teridentifikasi berkat sidik jari.

“Jenazah atas nama Hizkia Jorry Saroinsong. Laki-laki berusia 23 tahun. Beralamat di Jalan Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Teridentifikasi melalui sidik jari,” kata Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 2 November 2018.

Terkait identifikasi itu, Kepala Pusat Inafis Polri Brigadir Jenderal Polisi Hudi Suryanto menjelaskan, pihaknya menerima body part berupa lengan tangan sebelah kanan.

“Dari proses identifikasi ada tiga jari yaitu jempol, telunjuk dan kelingking yang terbaca sidik jari dan langsung terkoneksi dengan e-KTP,” katanya.

Dari proses pencocokan tersebut, muncul identitas dengan nama korban dengan 14 titik persamaan, berarti melebihi dari seharusnya 12 titik persamaan.

“Sidik jari jempol kanan dan di e-KTP jempol kanan ada 14 titik persamaan yang berarti melebihi dari 12 titik yang menjadi keharusan dan kami yakini identik,” ujarnya.

Untuk lebih meyakinkan, tim memastikan dengan mencocokan data manifest dan terlihat nama korban tercatat sebagai penumpang pesawat nahas tersebut.

Korban diketahui anak pertama dari ibu bernama Zila Venita dan ayah bernama Johan Harry Saroingsong. “Korban merupakan bagian dari 9 kantong jenazah yang baru dikirim ke RS Polri kemarin,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *