Piala AFF 2018, Momentum Pelampiasan Dendam Singapura

Bek Timnas Singapura, Baihakki Khaizan (kanan)
VIVA – Piala AFF 2018 memiliki makna mendalam bagi bek veteran Singapura, Baihakki Khaizan. Baihakki menegaskan, Singapura punya dua tugas berat dalam Piala AFF edisi ke-12 ini.

Tugas pertama adalah mematangkan para pemain muda dalam regenerasi di skuat Singapura. Rantai generasi Singapura memang dikhawatirkan putus.

Deretan pemain bintang macam Baihakki, Shahril Ishak, dan Khairul Amri, sudah memasuki penghujung karier. Kini, diharapkan pemain muda macam Ikhsan Fandi bisa menjadi penerus tongkat estafet mereka.

Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah melampiaskan dendam di Piala AFF. Prestasi Singapura dalam Piala AFF edisi 2014 dan 2016 begitu buruk.

Berstatus juara empat kali, Singapura gagal lolos ke semifinal dalam edisi 2014 dan 2016. Pencapaian di 2016 adalah yang paling buruk. Singapura gagal lolos dari Grup A dengan status juru kunci dan cuma mendulang satu poin.

“Dalam kiprah saya bersama Singapura di Piala AFF, ada masa naik dan turun. Tapi, semua tahu, sepakbola tak pernah mulus jalannya. Kami harus melakukan yang terbaik demi kembali meraih kejayaan. Setelah beberapa edisi yang mengecewakan, kami sadar dan mencoba keluar untuk bisa bersaing kembali di turnamen ini,” kata Baihakki dilansir Fox Sports Asia.

Penyerang Timnas Singapura, Irfan Fandi

Rantai generasi yang putus digadang-gadang jadi sebab penurunan prestasi Singapura. Sulit bagi The Lions menemukan pewaris Baihakki, Shahril, dan Khairul, belakangan ini.

Namun, Baihakki yakin kehadiran pemain macam Ikhsan menjadi pertanda mulai munculnya penerus mereka di skuat Timnas.

“Di skuat ini, sekarang ada pemain usia 18, 19, dan 20 tahun. Saya berharap mereka bisa mengawali karier di Timnas dengan baik. Jadi tugas saya juga, untuk membantu mereka di Timnas,” jelas bek 34 tahun tersebut. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *