Menjadi Pemeluk Profesional, Wanita Ini Raup Rp384 Juta Per Tahun

ilustrasi berpelukan.
VIVA – Hanya dengan memberikan pelukan kepada orang, wanita ini mengaku mendapatkan penghasilan 20.000 Poundsterling atau sekitar Rp384 juta dalam setahun. Kassandra Brown, 44 tahun, menyadari betapa pentingnya sentuhan manusia untuk perkembangan seseorang setelah ia menjadi seorang ibu.

Bermimpi ingin memberikan pelukan hangat seorang ibu kepada orang lain, Kassandra pun berupaya mencari cara untuk bisa melakukannya sepanjang hari, setiap hari.

Setelah menemukan Cuddlist, perusahaan memeluk profesional, di tahun 2016, Kassandra mulai memberikan sesi 90 menit secara berulang kali hampir setiap hari. Ia mematok lebih dari 75 Poundsterling atau sekitar Rp1,4 juta per sesi.

Dari aktivitas itu, Kassandra mampu menciptakan pemasukan dari hal favoritnya dan ia bisa meraup hingga 20.000 Poundsterling atau sekitar Rp384 juta per tahun.

“Saya ingin lebih banyak kontak dengan keluarga dan teman selama bertahun-tahun. Saat saya menjadi ibu, saya menyadari betapa pentingnya sentuhan. Sentuhan membantu mengembangkan pikiran dan regulasi sistem saraf. Sentuhan benar-benar dibutuhkan manusia untuk mengembangkan potensinya secara utuh,” ujar Kassandra seperti dikutip laman Metro.

Kassandra melanjutkan, ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi, belum terlambat bagi orang dewasa mendapatkannya. Saat ia tahu ada cara memberi kebutuhan manusia ini dan mendapat bayaran, ia tahu kalau ini harus dikejar.

Kassandra menerima kliennya di ruang peluknya yang memiliki matras ukuran king di lantai dan sofa tempat tidur kembar.

“Beberapa gambar sederhana, sebuah jendela, dan meja melengkapi ruangan itu. Tidak nampak seperti kamar tidur pada umumnya, tapi semuanya lembut, hangat, dan mengundang untuk berpelukan,” kata Kassandra.

Meski Kassandra mencintai pekerjaanya, ia mengatakan pekerjaan itu pernah membuatnya tidak nyaman, karena adanya stigma.

“Mengejutkan bagi saya, karena memeluk bisa menantang secara fisik, bisa saja ada posisi yang tidak nyaman, jadi bantal itu penting,” lanjutnya.

Saat bertemu kliennya, Kassandra mengaku bisa merasa gugup sekaligus bersemangat. Tapi, kliennya juga bisa merasa tidak nyaman, karena itu ia memastikan kliennya berpegang pada perjanjian yang menyatakan: Saya setuju kalau saya akan berbicara jika merasa tidak nyaman kapan pun atas alasan apa pun.

Banyak yang menganggap kalau sentuhan selalu berhubungan dengan seksual, tapi tidak. Kassandra mengatakan, sesi memeluk adalah tentang intimasi yang fisikal tapi tidak seksual.

“Rabu dan Jumat adalah hari klien saya yang lebih panjang dan di hari itu saya bisa menerima hingga empat klien dengan waktu 90 menit masing-masing,” ujar Kassandra.

Kassandra menambahkan, setiap sesi yang diberikan unik karena dia menawarkan apa yang disebutnya mendengarkan secara dalam para kliennya. Dia mendengarkan,  menerima, dan kemudian menawarkan pertanyaan refleksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *