Lintasarta Buru 10 Startup Terbaik di Jateng dan DIY, Ini Daftarnya

Mentoring program perburuan startup Appcelerate
VIVA – Lintasarta melanjutkan perburuan startup dalam Program Innovative Academy Appcelerate. Kali ini, perburuan di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Program perburuan ini menggandeng Universitas Gadjah Mada. 

Program ini pada tahap awal diikuti oleh 75 startup yang masing-masing beranggotakan mahasiswa, serta alumni dari perguruan tinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

Usai melewati tahapan pengumpulan proposal dan seleksi administrasi, terpilih 17 startup yang diberi kesempatan untuk mempresentasikan profil startup beserta rencana bisnis mereka di hadapan para mentor IA Appcelerate.

Usai presentasi, para mentor kemudian memberikan pertanyaan atau masukan kepada para pemilik startup, serta menentukan tim yang akan lolos ke tahap selanjutnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan mentoring. Presentasi yang dilakukan oleh 17 tim ini mendapatkan apresiasi dari para mentor.

Appcelerate Program Director, Ryo Naldho, menyebutkan, mahasiswa telah menunjukkan kematangannya dalam membangun startup yang memiliki nilai sosial dan juga nilai bisnis.

“Program Appcelerate ini juga kami lakukan di Bandung dan Surabaya, tapi saya menilai UGM yang mempunyai keseriusan yang cukup besar untuk menangani pengembangan usaha dan inkubasi sehingga startup yang ada pun terlihat sudah benar-benar dipersiapkan dengan matang,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat 9 November 2018.

Dari penilaian tahap ini, Aldo panggilan akrab Ryo, mengatakan dari 17 startup yang telah presentasi, program memilih 10 startup untuk selanjutnya diberi modal pengembangan usaha startup.

Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Hargo Utomo mengatakan institusinya mengambil peran sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan riset atau inovasi yang memiliki potensi untuk dihilirkan serta dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat. 

“Program IA Appcelerate yang diselenggarakan tidak hanya untuk UGM, namun juga masyarakat luas yang memiliki kesamaan spirit dengan UGM dan bisa mendorong munculnya pelaku bisnis pemula dengan melibatkan peserta dari berbagai bidang ilmu (sains, teknologi, dan bisnis) ke dalam satu kelompok kegiatan produktif,” kata Hargo.

Selain mendapatkan pendanaan, ke-10 tim berikut akan mengikuti program inkubasi dan akselerasi yang melibatkan para mentor dari Lintasarta, pakar dalam industri mulai dari RPX, Jenius, Asuransi Tugu Mandiri, Kominfo Samarinda dan UGM. Berikut ini 10 startup yang terpilih: 

1. Bantu Ternak, startup teknologi finansial di bidang peternakan dengan keuntungan syariah

2. Mechlab, bergerak sebagai penyedia manufaktur dan training custom mekatronika 

3. Lunaz, cloud-based invoicing

4. Eksporia, menyediakan tenaga pemsaran dalam multi-sided platform

5. Lancong, sebagai startup smart trip planner

6. Siab, pionir smart filtration dengan teknologi Internet of Things (IoT)

7. Maja Technology, startup smart energy menggunakan teknologi IoT

8. Calty Farm, bergerak dalam bidang IoT sapi peternak

9. IoTanam, hydrophonic-based Internet of things startup

10. Sehat Enak, startup yang berfokus pada platform kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *