Tim Jokowi Ingin Syaikhuna Kholil Bangkalan Jadi Pahlawan Nasional

Tim kampanye daerah Jatim, Jokowi-Ma'ruf Amin
VIVA – Pemerintah menetapkan enam tokoh sebagai pahlawan nasional dalam rangka peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Dari enam tokoh itu, tidak satu pun berasal dari Jawa Timur.

Publik di Jawa Timur pun berharap tahun-tahun mendatang muncul penetapan figur Pahlawan Nasional dari provinsi paling timur Pulau Jawa. Salah satunya ialah Syaikhuna Kholil Bangkalan, ulama kharismatik pencetak ulama-ulama di Nusantara.

Dorongan Syaikhuna Kholil Bangkalan jadi Pahlawan Nasional muncul ketika Tim Kampanye Daerah atau TKD Jokowi-Ma’ruf Amin bersilaturahim dengan para ulama dan santri di Pondok Pesantren Al Hikam, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Jumat, 9 November 2018.

“Bertepatan dengan Hari Pahlawan, kami berharap agar Syaikhuna Kholil Bangkalan nantinya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” kata Ketua TKD Jatim untuk Jokowi-Ma’ruf, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Menurut dia, dalam berbakti dan melayani umat, seorang kiai dan ulama tentu saja tidak pernah bercita-cita memperoleh gelar pahlawan. “Tapi itu adalah wujud penghargaan terhadap jasa ulama, khususnya Syaikhuna Kholil Bangkalan yang sangat besar jasanya bagi bangsa ini,” ujar eks Kapolda Jatim itu.

Untuk diketahui, Syaikhuna Kholil bernama asli Al Alim al Allamah Asy Syekh Haji Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Basyaiban al Bangkalani al Maduri al Jawi asy Syafii.

Dia lahir di Bangkalan pada 1820 dari KH Abdul Lathif. Dari sang ayah, Syaikhuna Kholil memiliki garis nasab dengan salah satu Wali Songo, Sunan Gunung Jati. Syaikhuna Kholil wafat pada tahun 1925 dalam usia 104-105 tahun dan dimakamkan di Bangkalan.

Syaikhuna Kholil Bangkalan disebut-sebut sebagai waliyullah. Cerita tentang karamahnya semasa hidup bermunculan di tengah masyarakat. Di luar itu, dia adalah guru banyak ulama kharismatik di Nusantara. Di antaranya pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, KH Wahab Chasbullan, KH Bisri Syansuri, KH Manaf Abdul Karim Lirboyo, KH Ma’sum Lasem-Rembang, KH Munawir Krapyak, dan banyak lainnya.

Bahkan, Presiden RI Soekarno disebut-sebut juga sebagai murid Syaikhuna Kholil Bangkalan, kendati tidak secara langsung.

“Dari Syaikhuna Kholil lahir banyak ulama besar dan tokoh-tokoh yang menjaga bangsa ini dari kehancuran dan perpecahan. Bisa dibayangkan jika tidak ada murid-murid beliau yang hingga saat ini dikenal sebagai ulama penjaga Indonesia,” ujar Machfud.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *