KPK Sebut Kunci Pahlawan adalah Integritas

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang.
VIVA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang, menilai terdapat perbedaan perilaku antara para pahlawan dan masyarakat biasa. Perbedaan tersebut terletak pada integritasnya.

“Perilaku kepahlawanan yang ada pada setiap pahlawan yang kita kenal yang membedakannya dengan orang lain adalah integritasnya,” kata Saut kepada wartawan, Sabtu, 10 November 2018.

Saut mencontohkan keteladanan Pangeran Diponegoro. Sebagai putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III, Diponegoro bisa hidup nyaman di lingkungan kerajaan, namun Diponegoro justru memilih berjuang melawan penjajahan Belanda ketika itu. Sehingga tak sama sekali larut dalam kesenangan yang dimiliki, tanpa memikirkan orang lain dan lingkungannya.

“Ambil contoh Diponegoro yang lebih banyak mengkritisi lingkungangnya ketika itu ketimbang yang bersangkutan hidup 'enak' kalau dia mau ketika itu bisa,” kata Saut.

Bahkan, Pangeran Diponegoro tidak menerima tawar menawar dalam perjuangannya melawan Belanda. Tak ada tawar menawar dalam menjaga integritasnya.

“Diponegoro tidak menerima tawar menawar. Itulah integritas. Tidak ada tawar menawar dalam integritas. Hitam adalah hitam,” ujar Saut.

Untuk itu, Saut berharap, Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November dapat dimaknai dengan seberapa jauh kita mempertahankan integritas. Generasi saat ini, lanjut dia, sudah seharusnya meneladani para pahlawan yang berupaya menjaga dan mempertahankan integritas walaupun harus mengorbankan banyak hal.

“Oleh sebab itu memaknai hari pahlawan itu adalah sejauh apa kita mempertahankan integritas sekalipun kita harus mengorbankan banyak hal. Seperti laiknya Bung Tomo, Sisingamangaraja XII, Pattimura, dan seterusnya. Mereka merupakan pribadi-pribadi yang berintegritas,” ujarnya.

Saut berpendapat, kepemimpinan adalah penggerak utama dalam menjaga integritas bangsa. Menurutnya, kesejahteraan Indonesia sulit terwujud selama korupsi masih marak yang salah satunya disebabkan rendahnya integritas para pemimpin mulai dari tingkatan terkecil yakni keluarga.

“Untuk itu diperlukan kepemimpinan berintegritas di tiap tingkatan mulai dari rumah. Selamat Hari Integritas dan Hari Pahlawan 2018,” tutur Saut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *