Tunggu BI soal CAD, Apresiasi Rupiah Terhenti

Nilai tukar Rupiah
VIVA – Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp14.632 per dolar AS.

Namun, pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada menilai, pergerakan dolar AS yang kembali menguat, membuat laju rupiah kembali terhalangi untuk kembali terapresiasi.

Pernyataan The Fed dalam pertemuan FOMC, di mana The Fed tetap mempertahankan suku bunganya, namun masih mempertimbangkan adanya kenaikan suku bunga ke depan, membuat pergerakan dolar AS kembali meningkat, seiring dengan naiknya permintaan.

Di sisi lain, aksi tunggu pelaku pasar terhadap rilis Bank Indonesia terkait neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD), membuat laju rupiah terhenti. Pelaku pasar memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan akan kembali meningkat.

“Prediksinya, rupiah akan bergerak di kisaran 14.695-14.670. Masih adanya imbas dari hasil pertemuan The Fed, terkait arah kebijakannya yang dibarengi dengan imbas rilis defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat, diperkirakan masih menahan pergerakan rupiah,” kata Reza dalam pesan tertulisnya, Senin 12 November 2018.

Pascapenutupan pasar, BI merilis Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2018, tercatat sebesar US$8,8 miliar atau 3,37 persen PDB, lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar US$8,0 miliar atau sekitar 3,02 persen PDB.

Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan-III 2018, tercatat 2,86 persen.

“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ujarnya. (asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *