Korut-Korsel Sama-sama Bongkar Pos Penjagaan Perbatasan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
VIVA – Korea Utara dan Korea Selatan mulai menghancurkan 20 pos penjagaan di sepanjang perbatasan yang selama ini menjadi area yang pengamannya ketat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan di perbatasan.

Berdasarkan perjanjian yang dibuat antara jenderal dari masing-masing negara pada akhir Oktober 2018 lalu, kedua negara sepakat menghapus masing-masing 10 pos penjagaan dan hanya mempertahankan satu di kedua sisi perbatasan.

Militer mulai menghancurkan 20 pos penjaga perbatasan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua wilayah Korea, setelah menarik pasukan dan peralatan militer. Korea Selatan diketahui memiliki sekitar 60 pos penjagaan di sepanjang perbatasan. Sementara Korea Utara memiliki sekitar 160 pos.

Desa perbatasan gencatan senjata atau Daerah Keamanan Bersama (JSA) adalah satu-satunya tempat di sepanjang perbatasan sejauh 250 Kilometer di mana para tentara dari kedua Korea dan Komando PBB yang dipimpin Amerika Serikat bahkan bisa saling berhadapan muka.

Sebagai bagian dari rekonsiliasi terbaru, kedua negara memindahkan semua senjata dan pos penjaga dari daerah tersebut dan menyisakan 35 personel tak bersenjata di masing-masing pihak.

Seperti diketahui di bawah pimpinan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Korea Selatan telah melakukan berbagai kebijakan untuk berdamai dengan Korut. Hal ini berbeda dengan AS yang bersikeras bahwa tekanan harus dipertahankan terhadap Pyongyang sampai denuklirisasi benar-benar dieksekusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *