Jokowi: Marilah KIta Hijrah dari Pesimisme ke Optimisme

Presiden Jokowi
VIVA – Presiden Jokowi menyinggung perkembangan teknologi yang makin cepat di hadapan peserta Kongres Indonesia Millenial Movement tahun 2018 di Istana Bogor. Jokowi kembali menekankan masalah perubahan global.

Dia mencontohkan, saat dirinya berkunjung ke markas Facebook di Silicon Valley AS beberapa tahun lalu. Ia ditunjukkan, teknologi virtual reality, yang hanya menggunakan kacamata oculus namun sudah bisa bermain pimpong layaknya kenyataan.

Bahkan, kata Jokowi, ke depannya bisa saja dengan teknologi yang makin canggih, orang bermain sepakbola tak perlu lagi bola. Atau tidak perlu lagi lapangan layaknya saat ini.

“Itulah kemajuan teknologi yang cepat sekali berubah, kembali lagi mengubah lanskap ekonomi, politik, sosial. Hati-hati dengan proses keterbukaan ini,” kata Jokowi, di Istana Bogor, Senin 12 November 2018.

Jokowi bilang semua negara akan mengalami ini. Maka menurutnya perlu direspons cepat dan tepat termasuk negara Indonesia. Hanya saja, ia mengingatkan agar perkembangan itu tak sampai menimbulkan munculnya efek negatif.

“Jangan sampai perubahan-perubahan ini membawa kita ke dalam intoleransi, ke dalam ekstrimisme yang sangat berlebihan yang itu juga di negara lain ada dan proses-proses itu kelihatan di permukaan,” katanya.

Maka ia berharap, membangun kesadaran terutama di kalangan milenial seperti yang dilakukan Maarif Institute ini, adalah hal yang positif. Mengingat, ke depannya adalah para milenial ini yang akan menjadi nahkoda bangsa.

“Saya harapkan dengan adanya pertemuan-pertemuan seperti yang diadakan oleh Maarif Institut, kita harapkan kita bergerak bersama-sama untuk membawa negara ini kedalam sebuah kemajuan tapi dengan cara-cara yang sejuk, cara-cara yang baik,” jelasnya.

Maka itu, mantan gubernur DKI itu menyatakan sudah tepat kalau para milenial ini diberi pemahaman akan kemajuan teknologi tanpa melupakan budaya Indonesia.

“Dan selalu saya sampaikan marilah kita hijrah dari ujaran-ujaran kebencian kepada ujaran-ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari pola konsumtif ke pola-pola yang produktif. Hijrah dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan, kerukunan. Karena itulah yang dibutuhkan,” jelas Jokowi.     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *