Ternyata Generasi Milenial Ogah Bahas Masalah Keuangan dengan Pasangan

Ilustrasi pasangan bertengkar.
VIVA – Meski banyak anggapan bahwa milenial merupakan generasi yang mempunyai tingkat literasi yang tinggi, dalam hal keuangan ternyata mereka masih cukup tertinggal. Bahkan, ketika menyangkut hubungan serius, berbicara tentang uang dapat menjadi percakapan yang sulit bagi generasi milenial.

Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan sebuah start-up teknologi Self Lender pada 500 wanita dan pria milenial di Amerika Serikat tentang bagaimana mereka mendiskusikan keuangan dengan pasangan mereka.

Rata-rata, responden mengatakan butuh enam bulan hingga satu tahun untuk mulai bertanya tentang nilai kredit, utang, dan tabungan satu sama lain. Sementara itu, dua pertiga dari peserta mengatakan bahwa mereka bahkan belum mengangkat topik keuangan di hubungan asmara mereka. Demikian dilansir dari New York Post, Senin, 12 November 2018.

Pakar keuangan Lynnette Khalfani-Cox mengatakan satu alasan kaum milenial tidak berbicara tentang keuangan dengan pasangan mereka adalah karena  malu.

“Masih banyak rasa bersalah, malu dan stigma yang melekat pada percakapan tentang keuangan pribadi. Itu bisa menjadi percakapan yang canggung atau tidak nyaman,” kata Khalfani-Cox, penulis buku Zero Debt.

Tetapi orang-orang yang berjuang dengan keuangan mereka seharusnya tidak terlalu khawatir. Setengah dari responden mengatakan bahwa mereka tidak akan khawatir jika pasangan mereka tidak memiliki anggaran tabungan yang terpisah.

Soal menggabungkan keuangan, sekitar 10 persen orang mengatakan mereka mendiskusikan membuka rekening bank bersama pasangan, sementara sekitar 50 persen responden mengatakan mereka menunggu sampai setelah menikah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *