Fadli Zon: Bagi-bagi Sertifikat Tugas Ketua RT, Bukan Presiden

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon
VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, sepakat dengan Imam besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab soal Jokowi harus menghentikan pencitraan. Sebab, ia menilai penegakan hukum tajam pada lawan politik pemerintah.

“Hukum itu timpang sekali di dalam penegakan dan penindakannya. Sangat tajam kepada lawan politik tapi sangat tumpul kepada yang dianggap lawan politiknya,” kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 12 November 2018.

Ia menambahkan, banyak juga contoh pencitraan lainnya. Misalnya, tugas presiden membangun jalan dan jembatan bukan prestasi tapi kewajiban.

“Setiap presiden pasti melakukan itu. Prestasi itu kalau dia melampaui, melebihi apa yang ditargetkan, itu baru prestasi. Misalnya menargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen, ternyata pertumbuhannya 8 persen, itu baru prestasi,” kata Fadli.

Ia melanjutkan, realisasinya saat ini pertumbuhan ekonomi hanya lima persen. Waktu presiden harusnya digunakan untuk mengambil hal-hal yang strategis.

“Saya kira Presiden pencitraan dengan membagi-bagikan sertifikat, hentikanlah itu ya. Saya kira itu tugasnya ketua RT, lurah paling tinggi, atau pegawai instansi tertentu. Itu menghabiskan waktu untuk Presiden membagi-bagikan kayak begitu,” kata Fadli.

Menurutnya, sertifikat yang dibagikan memang tanah milik masyarakat. Sehingga memang hak mereka mendapatkan sertifikat.

“Seperti orang mengurus kartu keluarga lalu jadi, masa harus Presiden yang harus membagi-bagikannya, ya habis dong waktu Presiden,” kata Fadli. (ase)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *