Ekonomi Masih Kuat Hadapi Tahun Politik, Ini Alasannya

Mata uang Indonesia, Rupiah
VIVA – Pondasi ekonomi Indonesia saat ini dinilai dalam posisi bagus. Meski sudah memasuki tahun politik, namun diperkirakan terdapat angin segar dari perkembangan ekonomi yang membaik. Ketua Umum Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Edward Lubis menilai, membaiknya ekonomi tahun depan, salah satunya ditandai oleh masuknya arus investasi ke negara berkembang seperti Indonesia.

“Tahun depan akan ada pekerjaan rumah yang cukup sulit. Tapi, dengan masuknya arus investasi kita harapkan akan positif. Untuk obligasi kita boleh senang, tetapi di-equity masih perlu keyakinan. Domestik sebenarnya cukup baik, tapi itu saja tidak cukup karena pasar modal butuh dana dari luar. Kalau di sana positif maka kita ikut positif,” kata Edward, dalam keterangannya, Senin, 12 November 2018.

Sementara itu, Peneliti Senior Bidang Ekonomi Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menuturkan meski semua pasar modal di negara berkembang tertekan, namun ia meyakini semuanya akan kembali ke fundamental ekonomi masing-masing negara.

Indonesia, lanjut Poltak, dari sisi fundamental berada pada posisi bagus saat ini. Dari sisi perbankan, hal tersebut bisa terlihat dari kenaikan kredit yang diikuti kualitas rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang masih dalam batas aman.

Bahkan, secara laporan keuangan pun banyak emiten termasuk di sektor perbankan yang membukukan kenaikan laba diikuti kenaikan kredit, terutama dalam penyaluran modal kerja.

“Selama perbankan kita laba dan kreditnya masih tumbuh dan kualitas terjaga, maka sebenarnya ekonomi kita baik dan ekonomi berada pada track yang benar. Gejolak ini riak umum yang biasa terjadi pada perkembangan ekonomi Indonesia,” kata Poltak.

Karena itulah, perusahaan penyedia teknologi dan riset investasi independen, PT Infovesta Utama menggelar Indonesia Investment Conference & Exhibition 2018 (IICE 2018) pada 21-22 November mendatang di Jakarta.

Direktur PT Infovesta Utama sekaligus Ketua Panitia IICE 2018, Ignasius SK Purnomo menambahkan, tujuan digelarnya konferensi ini untuk menciptakan wadah bagi para pelaku investasi untuk saling berbagi pengalaman serta memperkaya pengetahuan para peserta konferensi melalui sesi pleno, diskusi panel, dan pemaparan makalah.

“Konferensi ini digelar untuk membawakan pengalaman kami selama 15 tahun. Lalu tema ini kami angkat mengingat investor pasar modal memiliki posisi strategis untuk mendukung program-program pembangunan terutama dari sisi penyediaan dana,” papar Ignasius.

Ia mengaku konferensi skala nasional ini akan dibuka oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dilanjutkan dengan sesi pleno oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, yang akan membawakan materi sesuai tema yang diangkat yakni 'Peran Strategis Investasi Pasar Modal dalam Mendukung Pembangunan yang Berkesinambungan'.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *