Menkeu: Anggaran Pendidikan 2019 Sama Besar dengan APBN Zaman Soeharto

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
VIVA – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengemukakan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi prioritas utama pemerintah dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN.

Hal itu ditunjukkan dengan besarnya  anggaran pendidikan dan penelitian yang dialokasikan negara.

“Dalam konteks kita mengelola APBN, sesuai dengan prioritas Presiden Jokowi, maka SDM adalah highest priority,” ujar Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, saat menjadi pembicara kunci di acara Penganugerahan Habibie Award Periode XX di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa 13 November 2018.

Ia menuturkan, 20 persen dari APBN dialokasikan sebagai anggaran pendidikan dan akan terus meningkat. Untuk tahun ini saja, anggaran pendidikan yang dialokasikan disebut mencapai Rp440 triliun.

Sedangkan untuk 2019 mendatang, Ani menjabarkan, anggaran pendidikan akan mencapai Rp500 triliun. Ia, bahkan membandingkan anggaran untuk pendidikan ini hampir sama dengan total APBN di masa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wardiman Djojonegoro tahun 1993-1998. Diketahui, pada saat itu Presiden Republik RI adalah Soeharto.

“Tahun depan, anggaran pendidikan kita mencapai 500 T. Zaman Pak Wardiman waktu anggota kabinet itu hampir 500 T, seluruh APBN. Sekarang 500 T, hanya untuk pendidikan kita,” ucap Sri.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, kualitas dari Human Capital (HC) atau SDM Indonesia harus diperbaiki. Saat ini, HC Indeks Indonesia baru mencapai 0,53 persen.

“Itu di ranking 87 dari 157 negara. Jadi, Indonesia sebagai middle income country, kita tidak buruk sekali, tetapi juga tidak bagus sekali,” katanya.

Untuk itu, Ani mengungkapkan, ke depannya, pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran khusus untuk penelitian sebesar Rp1 triliun. Ia berharap, kualitas SDM Indonesia semakin meningkat.

“Anggaran pendidikan yang meningkat termasuk di 2019, akan dilakukan juga dalam bentuk anggaran awal untuk penelitian atau anggaran abadi. Dimulai dengan Rp1 triliun. Saya harap, akan makin dikonsolidasikan, sehingga membawa dampak makin baik,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *