Paket Konverter Kit Bikin Nelayan Hemat 50 Persen

Penyerahan Paket Konverter Kit
VIVA – Sebanyak 200 paket perdana konverter kit tahun 2018 diserahkan kepada nelayan kecil. Paket secara simbolis diberikan kepada nelayan yang berdomisili di Kecamatan Jenu, Tambak Boyo, Widang, bertempat di Mangrove Center, Kabupaten Tuban, Senin 12 November 2018. 

Penyerahan dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, bersama Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati. 

Paket perdana yang diberikan terdiri atas satu unit mesin/motor penggerak, satu unit konverter kit, dan aksesori pendukungnya. Selain itu, dua buah tabung LPG 3 kilogram beserta isinya, serta satu unit as panjang, baling-baling, dan aksesorinya. 

Konversi BBM ke LPG membuat nelayan lebih hemat dalam hal operasional. Sebelumnya dengan menggunakan bensin, nelayan merogoh kocek sekitar Rp135.450, dengan asumsi penggunaan kapal selama 10 jam atau setara dengan 21 liter (Rp6.450/liter). 

Namun, setelah konversi menggunakan LPG, nelayan hanya memerlukan Rp64.000 atau lebih hemat 50 persen.

“Paket perdana ini yang telah diberikan, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman nelayan dan bisa meminimalisasi beban operasional. Saya juga berterima kasih kepada Pertamina yang telah membantu kami dalam merealisasikan konversi ini,” ujar Jonan, dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa malam, 13 November 2018.

Pendistribusian paket perdana di wilayah Pertamina MOR V (Jatim-Bali-Nusa Tenggara) direncanakan sebanyak 6.740 paket, dan untuk wilayah Jawa Timur mendapatkan pendistribusian sebanyak 3.738 paket. Pada 2017 sudah terealisasi pendistribusian sebanyak 566 paket perdana dan tahun ini ditargetkan selesai pendistribusian pada akhir November 2018.

Pertamina ditugaskan oleh Kementerian ESDM sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Republik Indonesia No. 294 K/10/MEM/2018 tentang Penugasan Penyediaan, Pendistribusian, dan Pemasangan Paket Perdana Liquefied Petroleum Gas untuk Kapal Perikanan Bagi Nelayan Kecil Tahun Anggaran 2018. 

Pertamina berkomitmen untuk melaksanakan penugasan yang diberikan sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh tim Kementerian ESDM. Sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0116.K/10/DJM.I/2018 bahwa terdapat beberapa kriteria penerima paket perdana konverter kit, antara lain yaitu nelayan pemilik kapal lebih kecil atau sama dengan 5 GT, kapal yang dimiliki berbahan bakar bensin, dan kapal yang digunakan memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP (Horse Power). 

Selain itu, nelayan tersebut harus menggunakan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, dan memiliki identitas yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan/atau surat keterangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat apabila belum memiliki kartu identitas yang dimaksud.

Pasokan LPG 3 kg tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan. Pertamina bermitra dengan dua agen di Widang dan Kota Tuban yang secara khusus melayani kebutuhan nelayan di Kecamatan Jenu. Di Kabupaten Tuban memiliki 18 agen dan 724 pangkalan yang menyediakan LPG 3 kg untuk masyarakat. 

Pertamina juga sangat mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan LPG 3 kg sesuai haknya, dan bagi mereka yang mampu diharapkan untuk segera beralih ke Bright Gas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *