Sering Disepelekan, Ternyata Ini Tanda Diabetes pada Anak

Ilustrasi anak
VIVA – Kebanyakan orangtua bingung ketika fisik dan kesehatan anak mulai menurun. Ketika anak dibawa konsultasi ke dokter, orangtua pun menjadi kaget karena anak divonis mengidap diabetes.

Banyak orang mengira bahwa diabetes hanya terjadi pada orang dewasa, tak terpikir bahwa anak pun dapat mengidap diabetes. Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes Omni Hospitals Alam Sutera, Dr Rochsismandoko, SP. PD, KEMD, FINASIM, FACE mengatakan, ada beberapa tanda fisik yang menunjukkan gejala diabetes pada anak yang bisa diketahui orangtua. Hal tersebut mencakup sering merasa haus, lebih sering buang air kecil hingga ngompol.

Selain itu, anak sering merasa lapar walau sudah makan dalam porsi banyak akan tetapi berat badan terus menurun dan bisa terjadi dalam waktu singkat. Tanda lainnya seperti anak sering merasa lelah dan lesu.

“Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengolah gula menjadi energi sehingga anak mudah lelah, mudah marah, dan sering murung,” kata Rochsismandoko dalam keterangannya, Rabu, 14 November 2018.

Jika Anda menemukan infeksi jamur pada area vagina anak perempuan atau ruam popok karena jamur pada bayi, sebaiknya juga waspada. Menurutnya, jika gejala-gejala tersebut di atas terlihat pada anak Anda, segeralah konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi sebagai langkah terbaik mengenal dan menangani gejala penyakit diabetes.

“Meski gejala pun tidak dikenali orang tua, jika dibiarkan dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi serius dan merusak organ tubuh serta jaringan,” ujarnya.

Adapun penyakit diabetes melitus atau dikenal dengan singkatan DM merupakan gangguan metabolik pada fungsi pankreas (organ yang terletak di belakang lambung). Gangguan tersebut bisa terjadi karena sistem kekebalan salah dalam melawan ancaman yang membahayakan tubuh, yaitu malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas, sehingga pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang memadai dan mengakibatkan kadar glukosa dapat meningkat tinggi.

Hal ini dikenal dengan diabetes tipe 1 atau penyakit autoimun diabetes. Penyakit DM juga dapat disebabkan karena sel-sel tubuh kurang sensitif hingga tidak mampu lagi merespons insulin, dikenal dengan diabetes tipe 2 atau bisa juga terjadi karena keduanya.

Insulin merupakan hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pankreas. Berfungsi membantu tubuh menyerap glukosa dari aliran darah ke sel tubuh agar kadar gula darah tetap terkontrol dan digunakan sebagai energi. Sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal.

Jika fungsi insulin terganggu, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah sehingga kadar gula darah bisa menjadi sangat tinggi.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *