Bomber Thailand Masih Trauma Cedera, Keuntungan Buat Indonesia?

Bomber Timnas Thailand, Adisak Kraisorn
VIVA – Bomber Thailand, Adisak Kraisorn, mengaku masih merasakan trauma atas cedera lutut yang sempat dialaminya. Saat bermain di Piala AFF  2018, Adisak merasa belum bisa mengeluarkan performa terbaiknya.

Adisak masih takut untuk bermain dalam intensitas tinggi. Main dalam tempo dan situasi aman, disebutkan Adisak, jadi fokusnya saat ini.

Ketika tampil menghadapi Timor Leste, Adisak kerap menghindari benturan keras dengan pemain belakang lawan. Itu didasari alasan, Adisak tak mau cedera lagi dan impiannya mengantarkan Thailand juara Piala AFF sirna.

Ya, dua tahun lalu, Adisak gagal ikut serta dalam skuat Thailand di Piala AFF. Penyebabnya, Adisak mengalami cedera lutut yang parah.

“Maka dari itu, saya masih mencoba bermain aman di atas lapangan. Saya belajar dari kejadian yang lalu, bagaimana cara melindungi diri. Saya tak mau mengalami situasi serupa,” kata Adisak dilansir The Nation.

Permainan aman Adisak bisa jadi keuntungan bagi Indonesia. Bek-bek Indonesia macam Hansamu Yama Pranata dan Fachruddin Wahyu Ariyanto, bisa saja memberikan syok terapi untuk Adisak agar berpikir ulang untuk masuk ke sektor pertahanan Pasukan Garuda.

Bukan menyarankan main kasar. Tapi, dengan permainan cerdik dan menggebrak, Hansamu dan Fachruddin bisa saja membuat Adisak, yang di laga melawan Timor Leste mencetak enam gol, terisolir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *