Sidik Jari Palsu Bisa Tembus Sistem Biometrik

sidik jari
VIVA – Para peneliti dari New York University, telah menggunakan jaringan saraf untuk menciptakan sidik jari buatan. Studi ini sekaligus membuktikan bahwa sidik jari dapat dipalsukan.

Diwartakan laman The Guardian, 15 November 2018, menurut sebuah makalah yang dipresentasikan pada konferensi keamanan di Los Angeles, sidik jari yang dibuat secara artifisial itu dijuluki “DeepMasterPrints”.

Dalam studi itu, peneliti mampu meniru lebih dari satu dari lima sidik jari dalam sistem biometrik, yang seharusnya hanya memiliki kesalahan tingkat satu dalam seribu.

DeepMasterPrints memanfaatkan dua sifat sistem otentikasi berbasis sidik jari. Yang pertama adalah, karena alasan ergonomis, sebagian besar pemindai sidik jari tidak membaca seluruh jari sekaligus, melainkan mencitrakan bagian jari mana yang menyentuh pemindai.

Yang kedua, beberapa bentuk sidik jari lebih umum daripada yang lain. Itu berarti bahwa cetakan sidik jari palsu yang berisi banyak fitur yang sangat umum lebih mungkin untuk dicocokkan dengan sidik jari lain.

Foto DeepMasterPrints dari New York University, bagian kiri asli, bagian kanan buatan

Berdasarkan wawasan tersebut, para peneliti menggunakan teknik pembelajaran mesin umum, yang disebut jaringan permusuhan generatif, untuk membuat sidik jari baru secara artifisial yang cocok dengan banyak sidik jari parsial.

Jaringan saraf tidak hanya memungkinkan mereka untuk membuat beberapa gambar sidik jari, tetapi juga menciptakan sidik jari palsu yang terlihat meyakinkan di mata manusia. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *