Tantangan dan Masa Depan Cloud di Indonesia

Ilustrasi cloud computing.
VIVA – Perkembangan Cloud diprediksi semakin meningkat di Indonesia. Alasannya, di masa mendatang, akan banyak pihak yang mulai berpikir membuat aplikasi berbasis Cloud. Implementasi penggunaan teknologi baru juga akan mendorong peningkatan Cloud itu sendiri.

“Teknologi baru seperti IoT (Internet of Things), kemudian Artificial Intelligence, bahkan big data yang akan menarik besaran Cloud itu sendiri. Dengan adanya Cloud, akan lebih cepat,” kata Head of Operations IDC Indonesia, Mevira Munindra, ditemui di Business Innovation Forum, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Ditegaskan Mevira, pada tahun 2017 sudah banyak perusahaan Indonesia yang mulai peduli dengan adanya Cloud. Ke depannya diperkirakan mereka yang menggunakannya akan lebih ke arah Hybrid Cloud, termasuk memanfaatkan public dan private Cloud secara bersamaan.

“Ke depannya akan ada multi-Cloud. Karena akan menggunakan Cloud-based. IoT ada part of Cloud yang support, misalnya,” kata dia.

Untuk kesiapan Indonesia menggunakan Cloud, Mevira mengaku para pelaku industri masih belajar menggunakannya. Tantangan saat ini lebih ke skill para penggunanya.

Perusahaan harus paham mengotimalkan penggunaan Cloud itu sendiri. Sedangkan talenta IT kebanyakan masih berada pada infrastruktur, namun belum sampai ke keterampilan untuk mengoperasikan Cloud.

“Akhirnya maturity-nya juga lamban kalau bicara adopsi Cloud itu sendiri,” kata dia.

Termasuk mengenai keamanan menjaga Cloud. Mevira mengatakan skill IT masih kurang, apalagi untuk pengamanannya.

Culture sih. Bayangin ada bisa saja langsung buka. Mentality yang kita lihat masih perlu diasah di enterprise itu sendiri,” ujar Mevira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *