Survei: Usia 18-24 Tahun Rawan Tertular LGBT

Ilustrasi kelompok LGBT
VIVA – Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan mengungkapkan ada peningkatan deklarasi gay, lesbi dan biseksual di Inggris. Peneliti euroClinix mensurvei sebanyak dua ribu orang di negara tersebut mengenai kehidupan seks mereka. Hasilnya jumlah heteroseksual berada di titik terendah.

Dikutip melalui situs Mirror, Jumat 16 November 2018, survei yang kali ini dilakukan memiliki nilai yang paling rendah dari yang pernah ada sebelumnya, hanya 87 persen dari warga Inggris yang mengakui sebagai orang normal.

Studi menemukan, tujuh persen responden mengaku biseksual dan enam persen sebagai homoseksual. 

Pada survei 2014, tim peneliti dari Observer menemukan 92 persen warga Inggris heteroseksual, empat persen homoseksual dan dengan jumlah yang sama menyatakan sebagai biseksual.

Survei tersebut juga mengidentifikasi, kemungkinan besar generasi yang lebih muda akan lebih banyak lagi yang teridentifikasi sebagai gay. 

Salah satu juru bicara penelitian ini mengatakan, usia 18-24 tahun adalah yang paling mungkin mengatakan dirinya sebagai gay, lesbian atau biseksual.

“24 persen dari rentang usia tersebut akan mengakuinya. Namun naiknya skala usia jumlahnya akan ikut menurun. Mungkin survei ini juga mengungkapkan sejauh mana hal tabu dapat bertahan untuk usia tua dan mereka yang tinggal di bagian negara yang lebih kuat budayanya. Sehingga individu tetap enggan mengatakan yang sebenarnya,” katanya.

Hasil survei ini menunjukkan, London teridentifikasi sebagai 'Ibu Kota Gay' di Inggris. Alasannya karena 17 persen masyarakat di sana mengatakan dirinya memiliki kelainan seksual yang menyimpang. 

Sebelumnya penelitian yang dilakukan oleh YouGov menemukan, separuh dari masyarakat Inggris menilai positif pria gay dan biseksual dalam tiga tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *